BMKG Imbau Warga Jogja Bepergian

Bencana alam, berita terkini, peristiwa terkini
Pohon tumbang akibat puting beliung di Yogyakarta, Rabu (25/3).
Bencana alam, berita terkini, peristiwa terkini
Pohon tumbang akibat puting beliung di Yogyakarta, Rabu (25/3).

POJOKSATU.id, SLEMAN – Angin kencang dan puting beliung masih mengancam Yogyakarta, terutama daerah Sleman. Ancaman serius ini akan berlangsung hingga April.

”Pancaroba ini biasanya disertai dengan angin kencang. Angin kencang tersebut dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam, dan ini berpotensi terjadi hingga April nanti,” kata Kepala Seksi Data dan Infomrasi Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIJ Teguh Prasetyo seperti dilansir Radar Jogja, Jumat (27/3).

Karena itu, dia menghimbau, warga yang memiliki pepohonan tinggi, besar, dan berpotensi tumbang, diimbau segera dipangkas.

Teguh menjelaskan, kecepatan angin pada masa pancaroba tergolong kencang, yakni berkisar 40-45 kilometer per jam.


”Kecepatannya tergolong kencang, bisa merobohkan pohon, tiang, bahkan rumah,” tuturnya.

Karena itu, dia mengimbau kepada warga untuk mening-katkan kewaspadaan. Langkah preventif yang bisa dilakukan, antara lain tidak berteduh di bawah pohon rindang atau bangunan yang rawan ambruk.

”Sebaiknya juga menghindari bepergian,” tandasnya.

Selama pekan ini, puting beliung di Jogja sudah menewaskan tiga orang, merusak ratusan rumah, dan menumbangkan puluhan pohon.

Pada Kamis (26/3) saja, sedikitnya 19 rumah di wilayah Kecamatan Sleman, Mlati, dan Ngaglik, dilaporkan rusak. Bahkan lima pohon besar di Keraton Jogja juga tumbang.

Kondisi tersebut memperparah musibah yang sama sehari sebelumnya yang menewaskan 3 orang, dan merobohkan tak kurang dari 21 unit rumah di wilayah Sayegan, Tempel, Turi dan Minggir (Kabupaten Sleman).

Kepala Pelaksana Badan Penang-gulangan Bencana Daerah Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengatakan, di wilayah Sleman, angin kencang kemarin terjadi di 23 titik di wilayah Kabupaten Sleman.

“Angin kencang menyapu 23 titik lokasi,” kata Julise-tiono Dwi Wasito. (radar jogja/kan/ps)