Warga Temukan Situs Baru Peninggalan Majapahit

14836_12771_26-03-MJO-PENEMUAN-SITUS-1

POJOKSATU – Benda cagar budaya (BCB) yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit kembali ditemukan di Dusun Pesantren, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa siang (24/3). Meski belum berwujud sempurna, temuan itu diduga sebuah situs yang menyerupai bangunan tembok. Hal tersebut terlihat saat warga menggali dengan menggunakan cangkul dan cetok. Warga menduga tumpukan batu bata kuno dipersawahan itu sebagai Puri Kedaton setelah menemukan struktur fondasi.

Sebelumnya, diarea lokasi tersebut kerap ditemukan benda-benda kuno. Misalnya, tumpukan batu bata ukuran 20 x 40 sentimeter dan ratusan uang logam. ’’Dugaan soal adanya situs dipersawahan ini sebenarnya sudah lama. Baru sekarang warga berani menggali,’’ ujar Kepala Dusun (Kadus) Pesantren Saikhur Arif Rabu (25/3).

Dia menuturkan, warga sedikit kesulitan saat proses penggalian. Selain tidak berpengalaman memperlakukan BCB, lahan situs berada di bekas persawahan. Tanahnya bercampur air.


Tumpukan batu bata kuno terlihat di kedalaman 40 sentimeter. Diatasnya, ada batu kuno yang berbentuk persegi ukuran 60 x 40 sentimeter. Ada juga sebuah batu bata berukuran sekitar 20 x 40 sentimeter dengan ketebalan 6–7 sentimeter.

Sekilas tumpukan batu bata itu membentang seperti bangunan tembok. Setelah dilakukan penggalian, warga menemukan lekuk sambungan di sisi lain. Yakni, mengarah ke arah lingkar selatan dan utara yang terlihat seperti tangga. Tetapi, hingga kemarin wujud situs tersebut belum terlihat jelas. Sebab, warga baru menggali dilahan seluas 1,5 x 1 meter.

Menurut dia, temuan itu telah dilaporkan kepada perangkat desa dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim di Trowulan. ’’Belum bisa dipastikan bentuk situs tersebut. Sebab, baru atasnya yang kita gali,’’katanya. Namun, dia menduga bahwa tumpukan batu bata itu adalah bagian kecil dari bangunan kuno. ’’Kami duga itu salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit,’’ucapnya.

Kepala Desa (Kades) Medali Miftahuddin menuturkan, warga kesulitan saat penggalian. Mereka terpaksa menggali tanah dengan peralatan seadanya. ’’Sebelumnya, warga juga pernah menemukan benda kuno. Tetapi, lokasi temuannya terpencar,’’tuturnya.

Temuan tersebut berupa sekarung uang kuno dan tumpukan batu bata yang sama. ’’Kami berharap temuan ini mendapat perhatian dari BPCB. Minimal, ada dukungan ekskavasi (penggalian) untuk menjaga agar situs tetap utuh,’’ tuturnya.

Sementara itu,BPCB Provinsi Jatim di Trowulan merespons temuan tumpukan batu bata kuno di Dusun Pesantren, Desa Medali, Kecamatan Puri, tersebut. Kemarin BPCB menerjunkan tim yang terdiri atas empat orang. Selain menggali keterangan, tim memastikan bahwa temuan warga itu memang bagian dari situs era Kerajaan Majapahit atau hanya tumpukan batu bata tidak berbentuk. ’’Untuk sementara, kita cek dulu,’’jelas Edhi Widodo,kasi Pelindungan Pemanfaatan BPCB Jatim di Trowulan. Tim juga mengorek keterangan dari Kades Medali Miftahuddin.

Widodo mengungkapkan, konstruksi benda-benda kuno mungkin berupa batu bata purbakala. Apalagi lokasi penemuan berada dalam peta wilayah BCB Nasional eks Kerajaan Majapahit dalam radius seluas 9 x 11 km.

Itu meliputi wilayah utara, timur, selatan, barat, dan tengah. Wilayah barat berada di Kecamatan Mojoagung, Sumobito, dan Mojowarno, Jombang. Sementara itu, sisi utara mencakup Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Peta timur berada di Kecamatan Puri, selatan di Kecamatan Jatirejo, dan peta bagian tengah sebagai pusat ibu kota Majapahit di Trowulan.

Di lokasi tersebut, tim melihat langsung lokasi penggalian di sawah eks tanaman padi milik Ridwan, warga setempat. Mereka mencatat semua temuan. Termasuk meneliti karakter struktur fondasi batu bata dan batu penanda di atasnya. Tim juga meminta warga berhati-hati saat melakukan penggalian. Cangkul atau peralatan penggalian diharapkan tidak sampai merusak bentuk asli. ’’Kami meyakini struktur fondasi itu peninggalan Kerajaan Majapahit,’’terang Widodo. (ris/abi/JPNN/c20/dwi/dep)