Kacang Kedelai Impor Kuasai Pasar

kedelai

kedelai

POJOKSATU – Harga kacang kedelai labil. Kondisi ini diduga dipengaruhi akibat kebijakan pemerintah mengimpor kacang dari luar negeri. Bahkan saat rupiah melemah harganya terus meroket.

Pemasok kacang kedelai di Pasar Cipanas Iwan Hermawan mengatakan, dirinya memasok kacang kedelai sejak tahun 2002, namun hingga kini masih mengandalkan barang impor.

“Akibat impor, harga tidak stabil. Saat rupiah melemah, harga kacang kedelai bisa mencapai Rp740 ribu-820 ribu per kwintal. Padahal normalnya Rp720 ribu per kwintal,” terangnya.


Menurutnya, harga kacang kedelai asal Amerika cukup murah bila dibanding kacang kedelai lokal. Setelah itu, persediaan kacang kedelai lokal cukup terbatas dengan kualitasnya tidak sebagus impor.

“Permintaan kacang kedelai dari para pedagang lumayan tinggi, sehingga pengiriman dalam sebulan bisa mencapai satu ton. Jika harganya mahal jelas akan memberatkan kami,” ungkapnya.

Diharapkannya, pemerintah bisa menyediakan kacang kedelai lokal dengan kualitas impor, guna menekan harga yang kerap melonjak. “Barang lokal biasanya dikirim dari daerah Jawa dan Jampang. Jumlahnya cukup sedikit sehingga dalam seminggu stoknya sudah habis,” harapnya.

Kepala TU Pusat Pelayanan Pasar Cipanas Suganda menjelaskan, Kabupaten Cianjur memiliki banyak lahan yang berpotensi dijadikan areal pengembangan kacang kedelai. Namun sangat disayangkan hingga kini tidak dikembangkan.
“Tinggal ada kemauan dan didukung oleh kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Menurutnya, kacang kedelai selama ini mengandalkan kiriman dari luar negeri, sehingga harganya kerap tidak stabil. “Konsumen kacang kedelai jumlahnya lumayan banyak, mulai dari pengusaha tahu, tempe, dan gorengan,” ujarnya.(fhn/dep)