Anggota Polres Ikut Gabung ISIS

Ilustrasi pasukan ISIS
Ilustrasi pasukan ISIS
Ilustrasi pasukan ISIS

POJOKSATU – Mabes Polri berhasil menangkap tiga warga Kota Malang yang diduga sudah bergabung sebagai anggota ISIS. Tiga terduga kader ISIS yang tertangkap kemarin adalah Abdul Hakim Munabari, 35, warga Jalan Ade Irma Suryani III-A Nomor 306 RT 07 RW 11, Kel Kasin, Kec Klojen; Helmi Alamudi, 51, warga Jalan Soputan 2 RT 01 RW 01, Karangbesuki, Sukun; dan Junaidi, 21, warga Jalan Terong, Bumiayu, Kedungkandang.

Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya aksi penangkapan tersebut. ”Itu Mabes Polri langsung yang menangkap,” ujar dia.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan adanya operasi tersebut. Hanya, Awi enggan membeberkan detail aksi penangkapan itu. ”Karena teman-teman sekarang masih pengembangan,” katanya.

Dari Mabes Polri,Kadivhumas Brigjen Anton Charliyan membenarkan bahwa tim Densus 88 sedang melakukan operasi di Malang. Namun, belum dipastikan hasilnya seperti apa. ”Siapa yang ditangkap dan apa saja bukti yang didapat belum diketahui,” ujarnya.


Yang pasti, operasi Densus 88 tersebut merupakan bagian dari pengembangan penangkapan dan penggerebekan yang dilakukan beberapa waktu lalu. ”Ini kelanjutannya,” ucapnya saat ditemui di kantornya.

Hingga saat ini Polri masih berupaya memetakan peran setiap orang yang telah ditangkap. Total yang ditangkap dalam tiga hari belakangan mencapai delapan orang terduga anggota ISIS. Lima orang ditangkap Minggu dan tiga diamankan kemarin. ”Sejauh apa keterlibatannya belum diketahui,” katanya.

Namun, dikabarkan, terduga teroris yang ditangkap di Malang tersebut merupakan pengirim Abu Jandal ke Syria. ”Sabarlah, ditunggu ya,” ujarnya saat dikonfirmasi soal peran keduanya.

Semakin banyaknya penangkapan terduga anggota ISIS tersebut menunjukkan bahwa penyebaran jaringan ISIS sudah merambah ke mana-mana. Anton mengungkapkan, bukan tidak mungkin ada pengembangan ke daerah lain. ”Mengingat sebenarnya banyak kelompok ISIS yang menyebar di Indonesia,” ucapnya.

Penangkapan tiga terduga ISIS itu juga dipastikan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. Menurut dia, dalam sehari atau dua hari ini akan semakin banyak penangkapan pada terduga anggota ISIS. ”Semuanya masih dalam pendalaman,” tuturnya.Salah seorang yang dikejar densus, lanjut Badrodin, merupakan anggota ISIS yang baru pulang dari Syria. ”Sudah dideteksi keberadaannya,” ujar calon tunggal Kapolri tersebut.

Jaringan lain seperti Santoso cs juga sedang diupayakan bisa ditangkap. Operasi untuk orang yang pulang dari wilayah ISIS dan Santoso cs itu dilakukan tim yang berbeda. ”Jadi, ada dua tim yang beroperasi,” lanjutnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, ternyata ada seorang anggota Polres Batanghari, Jambi, berinisial Brigadir Pol Sn yang menghilang dan diduga bergabung dengan ISIS. Dugaan bergabung dengan ISIS itu menguat setelah Polri mengetahui bahwa Sn sudah berangkat ke Malaysia dan menuju wilayah basis ISIS. Terkait masalah tersebut, Anton belum bisa berkomentar banyak. ”Belum dipastikan semuanya. Yang diketahui baru masih masalah rumah tangga,” tambah Anton.

Jika masalah anggota Polri yang diduga bergabung dengan ISIS itu sudah jelas, Polri akan mengumumkannya. ”Kalau sudah klir, akan kami publikasikan. Tidak ada yang ditutupi,” tegasnya kemarin.

Selain itu, Polri tengah berupaya menyelesaikan masalah 16 WNI yang tertangkap di Turki. Hingga saat ini dipastikan akan ada pemulangan 12 WNI dari Turki. Untuk empat WNI sisanya, masih ditelusuri apakah mereka menolak dipulangkan atau ada permasalahan hukum yang menjerat. ”Mungkin saja ada masalah hukum. Tapi, satu orang dipastikan tidak bisa dikirim pulang karena sedang hamil,” jelasnya. (riq/idr/c9/end/dep)