Rupiah Melemah, Harga Sapi Naik

Harga sapi merangkak naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Foto : Farhan / Pojoksatu.id
Harga sapi merangkak naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Foto : Farhan / Pojoksatu.id
Harga sapi merangkak naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Foto : Farhan / Pojoksatu.id

POJOKSATU – Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar diduga telah mempengaruhi harga sapi potong. Kenaikan mencapai Rp1 juta per ekor.

Pemilik Penjagalan Sapi di Wilayah Sukaresmi, Cianjur Heri mengatakan, harga sapi potong naik Rp 1 juta per ekor, seperti sapi jenis Brahman Cross (BX) yang berasal dari campuran India. Awalnya harga sapi jenis ini Rp11 juta per ekor kini naik menjadi Rp 12 juta per ekor.

“Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Menurutnya, semenjak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, harga sapi impor masih belum stabil. “Kami belum bisa mengetahui kapan harga sapi normal kembali. Meskipun demikian, saat ini permintaan dari konsumen dan para peternak sapi masih normal.


“Setiap hari kami memotong sapi jumlahnya tidak menentu, terkadang empat ekor sapi kadang juga lebih, yang jelas kami memotong sapi tergantung permintaan saja,” akunya.

Ditambahkannya, setelah dipotong, sapai-sapi tersebut langsung disuplai ke berbagai pasar di Cipanas, Sukaresmi, hingga luar kota Cianjur. Untuk saat ini pasokan sapi masih mencukupi kebutuhan pasar.

“Kami berharap harga beli sapi bisa normal kembali. Sehingga harga daging sapi di pasaran bisa turun,” harapnya. (fhn/dep)