Longsor Rusak Tiga Rumah di Cianjur

HANCUR : Pondasi rumah Sobirin yang sudah termakan usia mengajibatkan longsoran dan menimpa tiga rumah lain disekitarnya. foto : Riki/Radar Cianjur/Pojoksatu.id
HANCUR : Pondasi rumah  Sobirin yang sudah termakan usia mengajibatkan longsoran dan menimpa tiga rumah lain disekitarnya. foto : Riki/Radar Cianjur/Pojoksatu.id
HANCUR : Pondasi rumah Sobirin yang sudah termakan usia mengajibatkan longsoran dan menimpa tiga rumah lain disekitarnya. foto : Riki/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Hujan yang mengguyur wilayah Gekbrong selama tiga jam terus menerus, mengakibatkan pondasi rumah Sobirin (40), warga Kampung Jatisari Desa Cikaruhipan, Kecamatan Gekbrong, Cianjur rusak.

Longsoran turut menimpa dua rumah warga lainnya masing-masing rumah milik Adin (39) dan Andi (70). Akibatnya, ketiga rumah mengalami rusak berat dan rumah milik Oyat (68) kondisinya kini mulai terancam.

“Kami langsung ke lokasi kejadian, setelah menerima adanya laporan dari RT setempat Untuk memastikan keadaan sebenarnya,” kata Camat Gekbrong, Dadang Prawira, kemarin. Longsor ini, sambung Dadang, bukan disebabkan dari kostur tanah yang labil, melainkan keberadaan pondasi yang sudah temakan usia.

Pasalnya, di Kecamatan Gekbrong tingkat kerawanan bencana longsor atau pergerakan tanah tidak ada melainkan angin puting beliung. “Masalah bencana longsor saya kira di Gekbrong ini masih aman. Dibandingkan wilayah-wilayah lainya seperti di Cianjur Selatan,” tutur dia.


Walaupun begitu, Dadang mengimbau, setiap Kepala Desa di wilayah Kecamatan Gekbrong senantiasa waspada ketika turun hujan dengan insentitas tinggi dan selalu waspada terutama kepada masyarakat yang tinggal di bawah perbukitan.

Disinggung terkait bantuan apa yang telah diberikan pemerintahan Kecamatan kepada korban longsor, Dadang menjawab, kecamatan hanya memiliki kapasitas untuk mengajukan permohonan dana serta logistik ke pihak BPBD Cianjur.

“Kami sudah ajukan surat permohonan bantuan dana perbaikan rumah berikut pondasi bangunan yang terkena roboh dan sekaligus meminta logistik, berupa makanan kepada BPBD,” tegas dia. (rik/dep)