Lima Tahun Lagi, Jakarta Bebas Kabel Liar

MBULET: Kabel Telkom yang semrawut di salah satu titik di Jakarta Pusat. Foto : Jawapos
MBULET: Kabel Telkom yang semrawut di salah satu titik di Jakarta Pusat. Foto : Jawapos
MBULET: Kabel Telkom yang semrawut di salah satu titik di Jakarta Pusat. Foto : Jawapos

POJOKSATU – Kabel yang mbulet tidak karuan menjadi pemandangan biasa di Jakarta. Kondisi itu pun membuat Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidajat tidak nyaman. Dia menargetkan Jakarta bebas kabel liar pada 2020. Dia pun memanggil langsung perusahaan yang usaha dan bisnisnya bersinggungan dengan kabel. Antara lain, PT Telkom, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PAM Jaya. Mereka diminta merapikan kabel masing-masing.

Djarot tidak ingin pemandangan kabel yang bergelantungan secara acak-acakan maupun yang menonjol di trotoar kembali terlihat. Selain membahayakan warga yang melewati kawasan tersebut, pemandangan itu sangat mengganggu tata kota. ’’Kami targetkan pada 2020 tidak ada lagi kabel yang seperti itu,’’ katanya di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

Mantan wali kota Blitar itu menginstruksi PT Telkom sebagai salah satu perusahaan yang selalu bersinggungan dengan kabel agar berkoordinasi dengan jaringan-jaringan lain. Dengan demikian, jaringan kabel satu dan lainnya bisa terintegrasi. Termasuk dengan perusahaan daerah air minum (PDAM), gas, dan PLN.

Djarot tidak ingin ada pihak yang berkali-kali menggali jalan hingga berpotensi pada rusaknya kondisi trotoar Jakarta. ’’Sebaiknya terintegrasi dengan yang lain agar kami tidak menambah penderitaan rakyat Jakarta,’’ tegasnya.


PT Telkom dan perusahaan lainnya, lanjut Djarot, harus menjaga hal itu. Termasuk jangan sampai galian-galian yang bertebaran menambah kemacetan Jakarta. Pihaknya beberapa kali menerima laporan dari warga yang keberatan dengan pengerjaan seperti itu.

Apalagi, pemprov kini gencar menyukseskan program smart city sebagai bagian dari program kota pintar dan nyaman untuk ditinggali warga serta pendatang. ’’Smart city dan semua operator mengarah ke situ,’’ jelasnya.

Sementara itu, Direktur Konstruksi PT Telkom Akses Lukman Iskandar Soleman mengungkapkan, pihaknya akan mengganti jaringan kabel tembaga dengan fiber optic. Selain menjalankan instruksi Djarot mengenai hal itu, pergantian tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan internet di Jakarta.

Hal itu dinilai mendesak untuk dilakukan. Sebab, jika masih menggunakan tembaga, tidak akan mendukung kapasitas broadbrand yang diinginkan. Menurut Lukman, penggantian jaringan tembaga ke fiber optic sempat tertunda tahun lalu karena terkendala persoalan perizinan. ’’Mudah-mudahan semuanya lancar tahun ini,’’ katanya. (fai/ilo/c15/any/dep)