2 Ribu Bilik Suara Tak Layak Pakai

pilkada serentak
Pilkada
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur Desember 2015 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur melakukan inventarisir kelengkapan pilkada. Menurut Divisi Logistik KPU Cianjur, Baban Marhaenda, dari sekitar 7 ribuan bilik suara yang ada, hanya sekitar 5 ribuan bilik suara yang dianggap layak pakai.

“Mudah-mudahan ada sekitar 5 ribuan bilik suara yang masih dalam kondisi baik,” harap dia.

Dengan pengalaman sebelumnya, tempat pemungutan suara (TPS) yang akan didirikan pada saat pencoblosan adalah 3.921 TPS, Baban memastikan, kebutuhan kotak suara dan bilik suara pun bakal harus ditambah lagi.

“Tidak akan cukup untuk semua TPS. Makanya kami tetap menganggarkan untuk pengadaan kotak suara dan bilik suara baru dalam pengajuan anggaran pilkada,” lanjut dia.


Baban mengatakan, jika nanti dalam penghitungan anggaran pengadaan kotak suara dan bilik suara melebihi Rp200 juta, maka akan dilakukan lelang. Hal ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan, kecuali jika nilainya di bawah itu, maka hanya akan dilakukan penunjukkan langsung.

“Aturannya seperti itu. Tapi sekarang kami masih menyusun usulan anggaran pilkada, jadi belum tahu persis berapa nanti nilainya,” tutur dia.

Kasubag Teknis dan Hubmas KPU Kabupaten Cianjur, Hendi Roheindi, mengatakan, beban biaya sewa gudang KPU selama ini bisa dikatakan sangat membebani KPU Cianjur. Pasalnya, biaya sewa gudang KPU setiap tahunnya, setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp150 juta.

“Totalnya bisa mencapai Rp150 juta setiap tahunnya. Itu juga sudah termasuk pajak. Sementara, tidak ada penghapusan untuk kotak suara ini,” kata Hendi.(ruh/dep)