Mantap, Jahe Gajah Cianjur Tembus India

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Kampung Mariwati, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur merupakan salah satu eksportir jahe gajah. Tumbuhan yang satu ini cukup langka dan harganya pun cukup mahal.

Encep Sofyan (39) salah seorang pemasok jahe gajah menuturkan, jahe gajah tumbuh musiman, dalam setahun tumbuhan ini hanya mampu panen dua kali. Biasanya hasil panen dikirim ke India, Vietnam, dan Bangladesh untuk dijadikan bumbu.

“Jumlah petani yang mengembangbiakan jahe gajah masih sedikit. Maknya sekali panen, jahe kami diburu berbagai daerah di Asia,” ujarnya.

Menurutnya, jahe gajah biasanya sudah siap jual di usia 7 hingga 8 bulan, sehingga dibutuhkan kesabaran. Jahe gajah biasanya dijual dengan harga normal Rp6000-7000 per kg. Namun jika barang sedang sulit, harganya biasa melonjak menjadi Rp14.000-15.000 per kg.


“Kami membutuhkan modal untuk lebih mengembangbiakan jahe gajah, dan diharapkan pemerintah bisa membantu karena pangsa pasar masi hterbuka,” ungkapnya.(fhn/dep)