Dana Desa Timbulkan Cemburu Sosial

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

POJOKSATU – Kepala Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Cianjur menilai besaran dana desa yang sebentar lagi akan digulirkan tidak sesuai dengan kebutuhan. Bahkan cenderung tidak merata.

Kepala Desa Gadog Isa Saepudin menjelaskan, anggaran dana desa ternyata tidak sebesar yang digembar-gemborkan yakni Rp1 miliar per desa. Bahkan, untuk Desa Gadog sendiri hanya mendapatkan Rp 126.686.000.

“Dari tujuh desa se-Kecamatan Pacet, anggaran yang kami terima paling terkecil. seharusnya bisa seragam sehingga tidak ada cemburu sosial dengan desa lain. Bahkan dalam dana tersebut gaji untuk kades dan perangkat masih di bawah UMK,” jelasnya.

Meskipun demikian, katanya, pihaknya kini tengah memberikan pemahaman kepada BPD, PKK, dan masyarakat, mengenai besaran anggaran dana desa agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Dana yang kami terima berdasarkan sejumlah ketentuan, seperti faktor kemiskinan, luas wilayah, dan jumlah penduduk,” katanya.


Diakuinya, Pemerintah Desa Gadog masih memiliki banyak PR. Sementara jatah dana desa hanya Rp126.686.000, sementara sebanyak 70 persen anggaran diperuntukkan untuk pemberdayaan, dan 30 persen untuk penyelenggara pemerintah.

“Jika dihitung memang tidak mencukupi kebutuhan, namun kami akan berusaha memaksimalkan sebisa mungkin,” ujarnya.

Isa mengharapkan, alokasi perangkat desa dan kades terpisah dari dana desa. Meningat banyak kebijakan dan aturan mengenai kriteria perangkat desa serta kades. “Seharusnya itu diimbangi dengan kesejahteraan yang layak. Kami harapkan pemerintah bisa mengevaluasi hal ini,” harapnya.(fhn/dep)