Kasus Mantan Presiden ISIS Terkesan Dipaksakan

Polisi berjaga-jaga di depan tahanan penyandang dana ISIS Chep Hermawan di Polres Cianjur. Foto Guruh/pojoksatu.id
Polisi berjaga-jaga di depan tahanan penyandang dana ISIS Chep Hermawan di Polres Cianjur. Foto Guruh/pojoksatu.id
Polisi berjaga-jaga di depan tahanan penyandang dana ISIS Chep Hermawan di Polres Cianjur. Foto Guruh/pojoksatu.id

POJOKSATU – Anak kandung mantan Pimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Regional Indonesia, Chep Hernawan, Luki Permana, menilai, kasus yang menimpa ayahnya itu terkesan dibuat-buat dan dipaksakan. Pasalnya, dalam perkara yang dikenakan kepada ayahnya itu pihaknya juga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum pejabat di pemerintahan Kabupaten Cianjur.

“Ayah saya ini juga korban. Kasus ini sangat dipaksakan dan dibuat-buat,” kata Luki kepada awak media di Mapolres Cianjur.
Namun ia enggan menyebut kasus yang menimpa Chep tersebut merupakan bentuk kriminalisasi, mengingat ayahnya itu sempat memberikan pernyataan tentang keterkaitannya dengan ISIS, baik mengklaim menjadi pimpinan ISIS regional Indonesia maupun ikut membiayai dan memberangkatkan WNI untuk menjadi anggota ISIS.

“Ini kasus yang janggal dan tidak masuk akal karena kasus ini sudah diangkat dan pelaku utamanya sendiri (oknum pejabat,red) juga sudah meninggal,” tambah Luki.

Untuk itu, pihak keluarga pun bakal melakukan upaya-upaya hukum yang diperlukan untuk membebaskan Chep dari balik jeruji besi. Salah satu kemungkinan, sebut Luki, adalah dengan melakukan upaya penangguhan penahanan.


“Itu kan salah satunya saja. Nanti kami akan rapatkan dulu dengan keluarga yang lain. Yang jelas, ayah saya tidak bersalah,” pungkas Luki.(ruh/dep)