Hari Ini Pemkot-Pemprov Disidang

Rahmat Effendi
Rahmat Effendi
Rahmat Effendi Walikota Bekasi
Rahmat Effendi Walikota Bekasi

POJOKSATU – Gugatan terhadap Pemkot Bekasi dan Pemprov Jawa Barat bakal bergulir di meja hijau. Hari ini, rencananya sidang perdana gugatan tersebut bakal berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi.

Keluarga almarhum Ponti Kardron Nainggolan yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta akan mengikuti persidangan perdana dalam gugatanya ke Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Keluarga menggugat Pemkot Bekasi dan Pemprov Jabar yang lalai tidak memperbaiki Jalan Raya Siliwangi Bantargebang hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan yang menelan nyawa Ponti.

Sebelumnya, pihak keluarga memasukan gugatan tersebut pada 26 Februari di PN Bekasi, yang menuntut adanya permintaa maaf melalui media masa selama tiga hari berturut-turut dan pertanggung jawaban secara materil dan imateril.

Kuasa hukum LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora mengaku sudah siap dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkanya. Nelson menceritakan Ponti meninggal karena kecelakan yang disebabkan jalan rusak dan tidak tersedianya rambu-rambu lalulintas, dan tidak pernah ada perbaikan jalan, hingga merugikan masyarakat pengguna jalan.


Pihaknya, berpedoman pada Pasal 24 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UULLAJ). Selain itu aturan hukum lainnya adalah Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang jaringan lalu lintas dan angkutan jalan. Sementara pengajuan langkah hukum untuk meminta ganti rugi telah diatur dalam Pasal 238 UULLAJ karena penyebab kecelakaan yang terjadi adalah para tergugat.

“Masyarakat telah dirugikan, sementara mereka telah membayar pajak salah satunya untuk pembangunan maupun perbaikan fasilitas umum, seperti jalan,” ungkapnya
Jelas Nelson, pihaknya optimis atas langkah gugatan yang diambilnya. Karena sudah sesuai dengan undang-undang hukum yang berlaku. Pihaknya juga merasa heran, dengan pemasangan rambu-rambu yang baru dipasang setelah ada gugatan.

“Harusnya dipasang sebelum terjadi kecelakaan, kenapa baru dipasang sekarang. Itu juga akan kita pertanyakan di persidangan nanti,” sambungnya
Dalam gugatan itu, lanjutnya, pihaknya melakukan gugatan pada empat pihak, yakni Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Wali Kota Bekasi, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

’’Pemprov Jabar bertanggungjawab karena tidak melakukan perbaikan jalan. Pemkot Bekasi kami gugat karena tidak melakukan pemasangan rambu peringatan bahwa terdapat jalan rusak,” paparnya

Diceritakannya, Nelso, korban pada saat itu pergi untuk belanja keperluan material bangunan ke Pangkalan II menjelang Maghrib. Dalam perjalanan, sepedamotor yang dikendarai ayahnya terjeblos masuk ke lubang besar di Pangkalan IV dan mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai tak terkendali masuk ke jalur berlawanan.
Pihaknya juga meyakini, pihak Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi, akan beragumen terkait jalan rusak yang sudah memakan korban.

“Pastilah mereka akan beragument, kita juga sudah siap dengan argument kita nanti, sekaligus bukti yang dapat memenangkan pihak keluarga korban,” pungkasnya. (dat)