Hari Air, Sungai Semakin Tercemar

HARI AIR: Kondisi air sungai semakin tercemar, seiring bertambahnya pemukiman warga disepanjang bantaran sungai.
HARI AIR: Kondisi air sungai semakin tercemar, seiring bertambahnya pemukiman warga disepanjang bantaran sungai.
HARI AIR: Kondisi air sungai semakin tercemar, seiring bertambahnya pemukiman warga disepanjang bantaran sungai. Foto : Farhan : Pojoksatu.id

POJOKSATU – Hari air sedunia yang jatuh pada 22 Maret diperingati hampir setiap tahun oleh sejumlah pihak. Sementara aksi pencemaran lingkungan dan air masih banyak terjadi di sejumlah wilayah.

Tokoh Pemuda Desa Sindanglaya Deden Permana menjelaskan, puluhan pemukiman masih berdiri disepanjang bantaran Sungai Cipanas dan Cisarua. Kondisi itu membuat sungai semakin tercemar.

“Seperti yang terlihat di belakang Kantor Pos Polisi 55 dan Lembah Koi. Mereka sudah bertahan lama. Bahkan jumlahnya semakin banyak,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai UUD 1945 dan peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2011 tentang sungai, dan Perda Kabupaten Cianjur nomor 17 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Cianjur, yang mengatur mengenai batasan pembangunan dekat sungai, melarang adanya bangunan liar.


“Kami akan meminta pihak desa untuk segera memperdeskan tentang larangan buang sampah ke sungai dan pendirian bangunan liar,” ujarnya.

Kepala Desa Sindanglaya Yusuf Saefudin mengaku, bahwa bangunan yang berada di Kampung Balakang dekat Pos 55 dan Babakan Cisarua tidak memiliki izin. Namun pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membongkar.

“Teguran dan pembinaan sudah dilakukan, karena mereka berada dipinggir Sungai Cipanas. Namun mereka masih saja membandel,” akunya.

Sekdes Sindanglaya Usep menambahkan, warga dilarang mendirikan bangunan disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisarua-Lembah Koi, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan, sayangnya mereka masih membandel. Apalagi disana merupakan lahan milik negara dan memang tidak layak huni,” ungkapnya.(fhn/dep)