Edan, Kepsek Ini Setubuhi Guru di Depan Para Siswa

Ilustrasi

Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak

POJOKSATU.id, MEDAN – Kepala sekolah (kepsek) ini mendadak cabul. Kepsek berinisial ARH ini nekat mensetubuhi seorang guru di kelas dan disaksikan siswa di sebuah sekolah di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Si kepsek itu pun mengancam membunuh siswa jika ada yang berani melaporkannya ke polisi. Namun sial, ancaman itu mentah. Siswa justru ramai-ramai melaporkan kepsek bejat itu Polsek Barumun, Padang Lawas, Sumatera Utara.

Kapolsek Barumun AKP Huayan Harahap menyatakan, peristiwa sebenarnya terjadi pada Rabu, 18 Maret 2015. Namun, pihaknya baru menerima laporan Sabtu (21/3).


“Seketika itu juga pelaku membekap mulut ibu guru dan memeluk serta mencium paksa pipi korban secara berulang-ulang. Ibu guru berinisial PH sempat meronta-ronta minta tolong kepada muridnya, tapi tetap tidak ada yang berani mendekat karena telah diancam,” ungkap Kapolsek Barumun AKP Huayan Harahap, seperti diberitakan Metro Siantar (grup Pojoksatu.id) hari ini.

Akibat rontaan ibu guru yang terus menjerit, lanjut Kapolsek, murid-murid memberanikan diri beramai-ramai mendatangi ruang kelas mereka. Melihat kedatangan murid-murid yang tidak mengubris ancamannya, ARH kembali mengancam.

“Siapa yang mendekat ke mari, kubunuh! Ingat kamu semua.” Ancaman itu tetap tidak dipedulikan karena para murid ingin menolong guru kesayangan mereka. Akhirnya ARH melepaskan pelukannya dan meninggalkan korban.

Tetapi ketika hendak pulang, korban dicegat ARH di tengah jalan. Dan, lagi-lagi memberikan ancaman. “Kubunuh kau jika hal ini sampai ketahuan orang.” Ancam tersangka berulang-ulang kepada korban.

“Namun, korban tetap melaporkan peristiwa pencabulan yang dilakukan ARH kepada polisi,” terang Kapolsek Barumun.

“Dan mendapat laporan tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan dan meminta kesaksian murid-murid yang mengetahui peristiwa pencabulan tersebut. Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan TSK belum kita tangkap, masih menunggu hasil pengakuan dari saksi-saksi,” tambah AKP Huayan.

Sementara itu, ARH, tidak bersedia memberikan keterangan. Tersangka yang sudah 2 tahun lebih menjadi guru honor dan merangkap sebagai kepala sekolah di madrasah itu, menolak memberikan keterangan kepada awak media.

Tersangka menolak untuk memberikan keterangan karena telah ada arahan dari saudaranya yang berada di Medan.

“Semalam saya baru bertelepon sama adik saya makanya saya tidak ada yang percaya sama siapa saja. Tunggu dia datang baru saya beri keterangan. Kalau nanti saya kasih tahu mungkin dia (korban, red) sudah mempengaruhi murid-murid untuk bersaksi, makanya saya tidak percaya,” tandas ARH dari balik jeruji tahanan Polsek Barumun.

Tersangka yang sudah menikah dan memiliki anak satu ini mengaku mantan orang jahat yang suka judi, minum dan main perempuan. Namun, setelah berpisah dari istrinya, dia mengaku tobat dan menjadi guru mengaji di sekolah madrasah tersebut sejak 2 tahun lalu.

“Biarlah saya di sini, tidak apa-apa, semalaman ini saya telah berfikir. Kita lihat saja nanti. Derita dibalas derita. Selama ini saya baik sama dia (korban, red), kalau dia mau minta ongkos saya kasih, tapi biarlah kita lihat saja. Tunggu lah adik saya, karena dia bilang tak usah kasih komentar apa-apa dulu sama siapa pun,” ucapnya berulang-ulang.

Sedangkan kakak korban, mengatakan, adiknya masih trauma atas kejadian itu. Apalagi korban hingga kini masih berada di dalam kamar. Keluarganya hanya berharap ada proses hukum terhadap kejadian itu.

Kanit Reskrim Polsek Barumum Ipda Eka Wahyudi membenarkan pihaknya kesulitan meminta keterangan dari pelaku. Sebab tidak mau beri keterangan. “Pelaku sampai sekarang belum mau kasih keterangan,” imbuh Kanit. (metro siantar/ps)