Astagfirullah, Bekas Masjid Dijadikan Tempat Maksiat

bisnis esek-esek
Ilustrasi
Malam Tahun Baru, Hiburan Malam Buka Sampai Pukul 04.00 Subuh
Ilustrasi

POJOKSATU – Sejak dibongkarnya Masjid Al Fudhola di Jalan Dobo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu kini praktek prostitusi semakin menjamur di lokasi bekas tempat ibadah itu.

Padahal Masjid kebanggaan warga Tanjung Priok itu awalnya bukan hanya digunakan untuk tempat ibadah saja. Tapi umat muslim memanfaatkan Masjid untuk kegiatan siar agama Islam.

“Padahal tidak usah dibongkar, dibiarkan saja seperti keberadaan makam Mbah Priok,” beber mantan aktivis Himpunan Remaja Al Fudhola (Hiraf), H. Teguh Paiman saat berbincang dengan RMOLJakarta (Grup Pojoksatu.id), Minggu (22/3).

Teguh melanjutkan, saat ini di jalan sekitar Masjid tepatnya di Jalan Pelabuhan Raya, semakin menjamur tempat hiburan malam dan praktek prostitusi terselubung yang dikemas dalam tempat pijat. Tidak hanya itu, kemaksiatan juga kini semakin melebar ke daerah Mambo, Kebon Bawang dan Plumpang. Ironisnya diskotik dan tempat mesum tersebut berada bersampingan dengan tempat ibadah.


“Sekarang sudah kaya Jalan Mangga Besar, banyak tempat maksiat,” katanya.

Teguh menambahkan, sejauh ini warga sudah berusaha melontarkan protes kepada pemerintah. Tapi pemerintah dalam hal ini Wali Kota Jakarta Utara hanya diam saja. Seolah tidak peduli dengan keluhan warga Tanjung Priok.

“Semoga Pak Wali Kota segera menutup tempat maksiat di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.(ung/rmol/dep)