Mega Proyek Summarecon akan Disegel, Ini Kata Ridwan Kamil

Ridwan Kamil
Ridwan Kamil
Ridwan Kamil

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung akan segel mega proyek pembangunan perumahan di kawasan Gedebage oleh PT Summarecon Agung Tbk. Pasalnya, proyek tersebut belum mengantongi izin.

“Sudah ada pembangunan di lokasi, namun belum mengantongi izin. Makanya tanggal 2 Februari kami memanggil mereka untuk menghentikan pembangunan,” ujar Kabid Pengawasan dan Pengendalian Tata Ruang dan Bangunan Dinas Tata Ruang dan Ciptakarya, (Distarcip) Kota Bandung, Iwa Koswara.

Iwa memaparkan, meski sudah diberi peringatan, aktivitas pembangunan proyek masih tetap berjalan. Karena itu, pihaknya mengeluarkan surat peringatan kedua.  “Jika masih belum dihentikan juga, maka lokasi proyek akan kami segel,” tegas Iwa.

Bahkan, lanjut Iwa, jika pengembang tidak mengindahkan peraturan dan peringatan yang diberikan Pemkot Bandung, bangunan yang sudah berdiri bakal dirubuhkan.


Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, dirinya sudah memerintahkan untuk menghentikan pembangunan di proyek Summarecon. “Semua harus ikut aturan, kalau ada pelanggaran harus ditertibkan,” ujarnya.

Emil berharap, Sumarecon tidak dihubung-hubungkan dengan Teknopolis. Pasalnya teknolopos adalah gagasan.
“Jika dalam gagasan ada yang melanggar aturan, masa gagasannya disalahkan apalagi sampai dibatalkan,” kata Emil.

Menurut Emil, ini hanya masalah teknis saja, sehingga jika ada yang melanggar ya tinggal ditertibkan saja. Semua hal penunjangnya kini tengah diproses, salah satunya Pedra Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK).

Kepala Badan Perizinan Pelayanan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, Sumarecon belum mengantngin izin pematangan lahan. “Pematangan lahan harus dihentikan oleh dinas yang berwenang yaitu Dinas Bina Marga,”ujar Ema.

Sedangkan Kepala Dinas Binamarga Iskandar Zulkarnaen mengatakan, pihaknya akan mengecek ke lokasi karena ada pematangan lahan yang tembus ke Jalan Tol 151 merupakan proyek Stadion !andung Lautan Api. “Pematangan lahan jika jalan tembus ke Tol sudah ada izin, tapi kalau Sumarecon memang belum ada izin,” ujar Zul. (radarbandung/mur/one)