Chep Klaim Tidak Terkait dengan 16 WNI di Turki

Chep Hermawan
Chep Hermawan
Chep Hermawan

POJOKSATU – Ketua Umum DPP Gerakan Reformis Islam (Garis), Chep Hermawan membantah berita yang beredar bahwa dirinya telah diperiksa Mabes Polri lantaran memiliki kaitan dengan ditangkapnya 16 WNI oleh pemerintah Turki.

Ia menyebut, pernyataan Mabes Polri yang telah melakukan pemeriksaan terhadap dirinya pada  Rabu 18 maret 2015 itu adalah tidak benar sama sekali.

“Tidak ada pemeriksaan. Saya kemarin ada di Cianjur dan tidak kemana-mana. Kalau sekarang saya sedang di Bandung ada rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan saya,” kata Chep ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (19/3).
Meski begitu, Chep mengaku sempat datang ke Mabes Polri pada Senin 16 Maret 2015 lalu. Namun, kedatangannya itu bukan untuk diperiksa melainkan untuk memenuhi undangan Kabag Intel Mabes Polri, Komjen Joko Mukti.

Ia pun menyebut, tidak ada panggilan pemeriksaan yang ditujukan kepadanya hingga sampai saat ini. “Itu juga hanya pertemuan biasa karena beliau juga saudara saya. Salah itu kalau saya diperiksa,” kata Chep.


Ditanya tentang keterkaitannya dengan 16 WNI yang ditangkap, Chep mengaku tidak mengenali kesemuanya. Ia pun mengaku tidak memiliki hubungan dan akses dengan jaringan yang mengirim 16 WNI tersebut. “Saya tidak tahu. Intelijen pasti lebih tahu soal itu. Saya tidak terkait dengan yang 16 WNI itu,” tukas Chep.

Sebelumnya, kepada media massa, Chep Hernawan mengakui telah memberangkatkan 156 orang warga negara Indonesia untuk bergabung dengan ISIS pada April 2014 lalu secara bertahap melalui jalur Malaysia.

Chep pun mengaku telah menghabiskan dana pribadinya sekitar Rp1 miliar untuk pemberangkatan tersebut. Sebelum pemberangkatan itu, Chep menyatakan memberikan motivasi kepada para WNI yang akan berangkat ke Suriah di kediamannya di Jalan Aria Wiratanudatar, Cianjur.

Dikatakannya, kebanyakan warga negara Indonesia yang berangkat ke Suriah ini berasal dari wilayah pulau Jawa. Namun Chep tidak bisa menjelaskan data-data WNI yang diberangkatkannya tersebut dengan alasan tidak mencatatnya secara rinci. Meski demikian, pihaknya menolak jika dikaitkan dengan 16 WNI yang ditangkap di Turki.

“Ya biasalah, pertamanya mereka bikin paspor, terus ke Malaysia dulu. Ada ikhwan-ikhwan yang memberikan posisi untuk berangkat ke sana, ada bantuan ala kadarnya. Tidak berangkat sekaligus tapi beregu. Saya cuma bantu bikin paspor dan tiket,” aku Chep.

Sementara itu, Mabes Polri memastikan jika Chep Hernawan yang mengaku sebagai penyandang dana untuk warga negara Indonesia bergabung dengan ISIS, hanya untuk mencari sensasi saja di balik mencuatnya isu 16 WNI yang hilang di Turki.
Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Anton Charliyan mengatakan, penyidik Polres Cianjur beberapa waktu lalu sudah memeriksa yang bersangkutan.

Menurutnya, dari pemeriksaan itu dipastikan bahwa pengakuan Chep membiayai perjalanan ke-16 WNI tersebut hanyalah untuk mencari sensasi saja. Sebab, penyidik meragukan Chep mampu membiayai keberangkatan itu.

“Karena usaha plastiknya sudah tutup dan usaha galian juga bukan miliknya. Dia itu hanya usaha leasing saja,” ucapnya di Mabes Polri, Kamis (19/3).

Alumnus Akademi Kepolisian 1984 itu menambahkan, saat diselidiki, isi rekening miliknya ternyata tidak ada dana yang masuk. “Jadi kalau ada informasi bahwa CH adalah penyandang dana para WNI yang ke Syria itu, itu hanya untuk mencari sensasi saja,” ujarnya.(ruh/jpnn/dep)