Satpol PP Serentak Kirim Warning Kedua 508 Minimarket

SETAHAP DEMI SETAHAP: Petugas Satpol PP Surabaya memasang stiker pelanggaran di Alfamart
SETAHAP DEMI SETAHAP: Petugas Satpol PP Surabaya memasang stiker pelanggaran di Alfamart
SETAHAP DEMI SETAHAP: Petugas Satpol PP Surabaya memasang stiker pelanggaran di Alfamart

POJOKSATU – Satpol PP ingin membuktikan bahwa ancaman penyegelan minimarket bukan sekadar gertak sambal. Senin (16/3) instansi penegak perda itu mengirim surat peringatan kedua kepada 508 minimarket tak berizin. Langkah tersebut dibarengi dengan penempelan stiker pelanggaran di depan pintu masuk minimarket.

Surat peringatan kedua itu dikirim serentak kepada seluruh minimarket yang tidak memiliki izin gangguan atau HO (hinder ordonnantie). Sepekan lalu Satpol PP Surabaya dibantu aparat ketenteraman dan ketertiban (trantib) kecamatan menyerahkan surat peringatan pertama. Surat tersebut tidak hanya dikirim ke kantor cabang, tapi juga ke tiap unit minimarket.

Kemarin siang petugas terlihat mendatangi minimarket di Jalan Ngagel Rejo, Wonokromo. Di jalan tersebut, ada dua minimarket yang berhadap-hadapan. Petugas hanya mendatangi Alfamart yang berada di timur jalan lantaran tidak memiliki izin. Karyawan toko pun terlihat kaget dengan kedatangan petugas yang mendadak itu. Apalagi di belakangnya ada belasan wartawan media cetak dan elektronik yang meliput kejadian itu.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Satpol PP Surabaya Denny Christupel Tupamahu langsung memberikan surat peringatan itu kepada kepala Alfamart Ngegel Rejo. Dia juga menjelaskan bahwa toko bisa tetap beroperasi. “Kami hanya memasang stiker pelanggaran agar warga juga tahu,” kata dia.


Penjelasan yang tidak sampai lima menit itu diikuti penempelan stiker. Petugas hanya menempelkan satu stiker di pintu masuk. Di stiker itu tertulis bahwa minimarket tersebut melanggar izin gangguan sesuai dengan Perda Nomor 4/2010.

Kepala Toko Alfamart Ngagel Rejo Sofyan Sandi sempat menanyakan apakah surat peringatan pertama sudah benar-benar dikirimkan. “Kapan pengiriman yang pertama, Pak?” tanya dia. Petugas menjelaskan sudah sepekan lalu surat itu dikirim. Hal tersebut dibenarkan petugas lain.

Sofyan yang baru sepekan bertugas di minimarket tersebut menyatakan akan langsung melaporkan kejadian itu ke kantor cabang. Menurut dia, persoalan perizinan itu menjadi urusan manajemen. ”Kami ini hanya bertugas jualan,” ujarnya.

Langkah petugas berlanjut ke Jalan Bratang Gede yang tidak jauh dari jalan tersebut. Di sepanjang jalan itu petugas mengirimkan surat peringatan kedua kepada empat minimarket. Yakni, dua Indomaret dan dua Alfamart.

Rizka, karyawati Indomaret di Jalan Bratang Gede 22, mengaku telah menerima surat peringatan pertama. Surat itu pun langsung dikirim ke atasannya. Dia tidak tahu-menahu soal perizinan minimarket tersebut. “Suratnya sudah diterima dari satpol PP kecamatan seminggu lalu,” ungkapnya.

Bukan hanya minimarket di Wonokromo yang dikirimi surat peringatan kedua. Toko modern lain yang tidak memilik izin juga dikirimi surat serupa.

Denny menyebutkan, sesuai mekanisme, seminggu lagi ada pengiriman surat peringatan ketiga atau terakhir. Setelah itu, satpol PP memang tidak akan langsung menyegel begitu saja. Tapi, akan berkoordinasi lagi dengan dinas terkait. Yakni, badan lingkungan hidup dan bagian hukum pemkot. “Sekitar seminggu setelahnya langsung kami segel. Tentu ada pertimbangan dari SKPD (satuan kerja perangkat daerah) lain,” kata Denny. (jun/c7/oni/dep)