PPATK Bantu Selidiki Penyandang Dana 16 WNI

Abu Ibrahim al-Hashemi
Ilustrasi
ISIS. Foto: Ist
ISIS. Foto: Ist

POJOKSATU – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan membantu kepolisian untuk menyelidiki donatur 16 warga negara Indonesia yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan militan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

“PPATK tentu siap membantu Polri untuk menelusuri aliran dana para terduga teroris termasuk pihak yang membiayai,” kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/3).

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 9/2013 tentang Anti Pendanaan Terorisme, perbuatan yang mendukung sokongan dana aktivitas terorisme dikategorikan sebagai delik kejahatan dan diancam pidana penjara.

Selain itu, sesuai pasal 2 Undang-Undang TPPU Nomor 8/2010, terorisme adalah tindak pidana asal dari tindak pidana pencucian uang. Sehingga penelusuran aliran dana teroris adalah merupakan tugas PPATK.


“Selama ini pun PPATK dan Polri serta Densus 88 selalu bekerja sama dengan efektif untuk membongkar jaringan teroris melalui upaya penelusuran aliran dana. Karena metode follow the money merupakan cara efektif,” beber Agus.

Diketahui sebelumnya, 16 WNI berangkat ke Turki untuk melakukan wisata religi pada 25 Februari lalu. Namun, di tengah rangkaian perjalanan, mereka memisahkan diri dari rombongan. Pemerintah mengatakan, mereka diduga kuat ingin menyeberang ke Suriah melalui perbatasan Turki untuk bergabung dengan ISIS. (why/rmol/dep)