Hadapi MEA, Sektor Pendidikan Perlu Dibenahi

Pelajar SMA. Foto: dok.Jawa Pos/JPNN
Pelajar SMA. Foto: dok.Jawa Pos/JPNN
Pelajar SMA. Foto: dok.Jawa Pos/JPNN

POJOKSATU – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kini telah di ambang pintu dan sudah tak dapat dihindari lagi. MEA berarti memasuki zona pasar bebas yang melibatkan semua sektor termasuk pendidikan. Pemerintah pun harus melakukan evaluasi persiapan pendidikan utamanya di Kabupaten Cianjur.

Dalam dunia pendidikan, kemampuan dan potensi generasi muda harus diperhatikan agar mampu bersaing dengan negara lain. Khususnya mahasiswa, harus mampu meningkatkan kualitas diri.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum (FH) Universitas Surya Kencana (Surken) Cianjur, Dedi Mulyadi menjelaskan, pendidikan Cianjur khususnya FH harus mampu bersaing dengan sepuluh negara Asean.

“Peran perguruan tinggi dalam pencapaian kinerja pembangunan sangatlah tinggi, sehingga harus ada kualifikasi nasional dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN),” terangnya ketika menjadi pembicara rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2016 di Vedca, Mande, Cianjur.


Tak hanya itu, sembilan visi misi Joko Widodo atau yang kini dikenal dengan Nawa Cita menjadi sorotan. Pasalnya, pendidikan harus dibangun dari mulai tingkat desa sebagai dasarnya. Menurutnya, pendidikan tak hanya pintar dalam edukasi atau konteks akademisnya saja, tapi juga perlu dibarengi dengan pendidikan karakter.

Artinya, kepribadian pun harus bisa sejalan dengan akademisnya. “Tak hanya pintar dalam konteks akademisnya saja tapi karakternya pun harus diperhatikan,” paparnya. (cr1/dep)