Bebas Visa bagi Turis Empat Negara

Wisman dari Tiongkok saat mengunjungi Bali beberapa waktu lalu.
Wisman dari Tiongkok saat mengunjungi Bali beberapa waktu lalu.
Wisman dari Tiongkok saat mengunjungi Bali beberapa waktu lalu.

POJOKSATU – Pemerintah terus berusaha menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Karena itu, beberapa negara yang potensial mendatangkan turis ke Indonesia diberi kemudahan berupa bebas visa kunjungan singkat.

Ada empat negara dengan pemasok turis besar yang diberi keistimewaan tersebut, yakni Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia. ”Sekarang sudah 15 negara bebas visa. Kami perluas dengan empat negara lagi,” kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Sofyan, 19 negara yang telah dan akan diberi bebas visa itu sudah meng-cover 95 persen turis yang datang ke Indonesia selama ini. ”Ini agar menjadi salah satu sumber penambahan devisa,” imbuhnya.

Hingga 2014 jumlah wisman ke Indonesia baru mencapai sekitar 9 juta. Dengan kebijakan memperluas bebas visa bagi empat negara, diharapkan kehadiran wisman naik sekitar 400 ribu setahun.


Berdasar ketentuan yang ada, wisatawan dari negara di luar kebijakan pembebasan visa kunjungan singkat ke Indonesia dikenai kewajiban membayar USD 25 untuk pengajuan visa. Artinya, jika dikali 400 ribu wisman, akan ada potensi kehilangan USD 10 juta.

Tapi, nilai tersebut akan terbayar berkali-kali lipat jika melihat besaran pengeluaran setiap wisman selama di Indonesia. Besaran potensi devisa itulah yang kini dikejar pemerintah. ”Studi akan terus kami lakukan untuk kemungkinan menambah negara lain lagi untuk dibebaskan (visa),” ucap Sofyan.

Wacana membebaskan visa kunjungan singkat empat negara itu pernah disampaikan sejumlah menteri terkait di Kabinet Kerja Jokowi-JK dalam beberapa kesempatan. Bahkan, bukan hanya empat, Australia juga termasuk yang sempat ikut diwacanakan untuk dibebaskan.

Terkait hal itu, Sofyan belum menjelaskan lebih jauh. Dia hanya berulang-ulang menegaskan bahwa kemungkinan negara lain juga dibebaskan visa kunjungan singkatnya terbuka. ”Kali ini (empat negara) itu dulu,” ujarnya.

Rencananya, keppres pembebasan visa kunjungan singkat empat negara tersebut ditandatangani presiden Senin (16/3). Kebijakan itu menjadi bagian dari paket kebijakan perekonomian pemerintahan Jokowi-JK.

Sekadar gambaran, dalam APBNP 2015, total anggaran khusus untuk Kementerian Pariwisata mencapai Rp 2,4 triliun. Atau naik Rp 0,7 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,7 triliun. Dengan penambahan anggaran tersebut, mereka ditarget bisa menghadirkan wisman 12 juta pada 2015.

Saat ini Indonesia telah menerapkan fasilitas bebas visa kunjungan pada sembilan negara ASEAN. Yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Laos. Negara-negara lain yang telah mendapat fasilitas yang sama adalah Cile, Hongkong, Makau, Maroko, Peru, dan Ekuador. (dyn/c9/nw/dep)