Abu Vulkanik Selimuti Cianjur

MISTERIUS : Sejumlah warga Sukaresmi mengeluhkan keberadaan abu vulkanik yang datang tiba-tiba.
MISTERIUS : Sejumlah warga Sukaresmi mengeluhkan keberadaan abu vulkanik yang datang tiba-tiba.
MISTERIUS : Sejumlah warga Sukaresmi mengeluhkan keberadaan abu vulkanik yang datang tiba-tiba. Foto : Farhan /  Radar Cianjur/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Abu vulkanik yang menerjang kawasan Sukaresmi, Cianjur membuat geger warga. Tak pelak warga sekitar Sukaresmi pun menjadi korban. Dewiana Fitri (36), salah seorang warga Kampung Joglo RT3/RW6 Desa Cibadak menjelaskan, sekitar pukul 06.00 hendak berangkat ke Pasar GSP Sukaresmi. Ternyata, sekeliling rumahnya sudah dipenuhi dengan abu berwarna putih.

“Bahkan sewaktu saya hendak ke Pasar GSP dengan menggunakan roda dua, mata saya perih karena abu vulkanik mengenai mata saya. Selain itu, saya juga jadi sesak nafas, jelas ini meresahkan kami,” tuturnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id), kemarin (8/3).

Dirinya mengaku, abu vulkanik itu selain membuat mata perih dan sesak nafas, barang-barang di warungnya juga dipenuhi abu. Meskipun demikian dirinya tidak mengetahui abu tersebut berasal dari mana.

“Abu itu berwarna putih, persis sama dengan abu vulkanik ketika dulu Gunung Galunggung meletus. Abu menumpuk saat pagi hari dan memaksa saya membersihkan tumpukannya,” jelasnya.


Azis (42) warga Desa Cibadak lainnya, mengaku tidak tau dari mana abu itu, namun kemungkinan besar abu tersebut terbawa saat angin besar sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu (8/3).

“Dini hari kemarin angin besar sekali tak seperti biasanya. Kemungkinan besar abu vulkanik itu terbawa angin, tapi saya sungguh aneh dari mana abu itu,” tandasnya.

Sementara itu Sandi (32) salah seorang pedagang di Pasar GSP mengaku, jumlah abu itu lumayan banyak, sehingga membuatnya ekstra bekerja untuk membersihkannya.

“Abu itu membuat sesak nafas dan mata merah. Bahkan, abu itu dikeluhkan juga para konsumen kami,” imbuhnya. (fhn/dep)