Kapendam Bantah Prajuritnya Nonton Bareng Film Senyap

PRAJURIT NONTON BARENG FILM SENYAP
PRAJURIT NONTON BARENG FILM SENYAP
PRAJURIT NONTON BARENG FILM SENYAP

POJOKSATU.id, SEMARANG – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro Letnan Kolonel Elpis Rudi membantah adanya acara menonton film Senyap di Kodim 0733 BS Semarang. Elpis Rudi mengklaim para prajurit Kodim 0733 BS Semarang hanya melakukan evaluasi situasi dan kondisi kewilayahan. “Yang dievaluasi termasuk tren pro-kontra adanya film Senyap. Tapi tidak spesifik hanya film Senyap,” kata Elpis, Jumat, (6/03).

Sementara di laman resmi Kodim 0733 BS Semarang terdapat foto para prajurit dengan pakaian seragam duduk dan di depan mereka ada layar. Foto itu diberi tajuk Nonton Bareng Film Senyap. Menanggapi foto itu, Elpis mengatakan para prajurit bukan menonton film. “Sekali lagi itu hanya pengarahan,” kata Elpi

Sementara itu, Komandan Kodim 0733 BS Letnan Kolonel Infanteri M. Taufiq Zega mengaku kebingungan menerima informasi prajuritnya nonton bareng film Senyap di Markas Kodim 0733 BS Semarang, Jawa Tengah, pada 26 Februari 2015. “Saya nggak tahu-menahu kok tiba-tiba ada pemberitaan di media online seperti itu,” kata Taufiq Jumat, (6/03).

Taufiq menjelaskan, kegiatan itu bukan nonton bareng, melainkan pemberian pengarahan kepada para anggota Komando Distrik Militer 0733 BS. “Pengarahannya tentang situasi dan perkembangan kekinian. Kami kan harus monitor situasi di lapangan,” kata Taufiq.


Pengarahan dan evaluasi situasi dan kondisi di lapangan itu, ujar Taufiq, menyangkut berbagai hal seperti swasembada pangan dan situasi ekonomi politik, hukum, dan keamanan.

Film Senyap bercerita tentang Adi Rukun yang mencari pengakuan dari para pelaku pembunuhan kakaknya setelah peristiwa G 30 S 1965. Kakak Adi, Ramli, dibantai dengan kejam oleh kelompok masyarakat yang didukung aparat.

Film ini sempat menjadi kontroversi di beberapa tempat seperti di Yogyakarta, Malang. Di Yogyakarta, empat lokasi pemutaran digeruduk massa. Polisi setempat meminta panitia membatalkan pemutaran karena ada ancaman dari massa dan tidak ada jaminan keamanan.

Di Malang, terdapat tujuh lokasi pemutaran film. Namun tak semua lokasi memutar film. Pejabat kampus dan aparat TNI setempat mengintimidasi pemutaran setempat. Komandan Komando Distrik Militer 0833/Bhaladika Jaya Letnan Kolonel Gunawan Wijaya mengingatkan bahwa pemutaran film tersebut bisa menimbulkan dampak gesekan antarkelompok. “Saya bertugas menjaga stabilitas, keutuhan berbangsa dan bernegara,” katanya. (din/ril)