Pencarian Korban AirAsia Masuki Fase Akhir

Ekor AirAsia dievakuasi ke Pangkalan Bun
Ekor AirAsia dievakuasi ke Pangkalan Bun
Ekor AirAsia dievakuasi ke Pangkalan Bun

POJOKSATU – Operasi pencarian korban AirAsia QZ8501 memasuki fase akhir. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F. HenryBambang Soelistyo menyatakan, operasi segera dihentikan lantaran jumlah korban yang ditemukan tim Basarnas gabungan semakin jarang.

Soelistyo mengatakan, dalam empat hari terakhir tim Basarnas gabungan belum berhasil menemukan jenazah korban pesawat nahas yang jatuh pada 28 Desember 2014 itu. Meski demikian, jenderal bintang tiga tersebut berjanji terus berusaha semaksimal mungkin. Prioritasnya saat ini ialah melakukan pengangkatan badan pesawat yang masih berada di Selat Karimata.

Sebelumnya pengangkatan badan pesawat memang tidak menjadi prioritas karena tim masih berfokus mencari jenazah korban di luar badan. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan jenazah terbawa arus hingga jauh dari lokasi. ”Bodi akan kita angkat, lalu kita cek sekali lagi,” katanya seusai peringatan Hari Ulang Tahun Ke-43 Basarnas di Jakarta, Selasa (24/2).

Hingga hari ke-59 pencarian kemarin, tim Basarnas gabungan telah berhasil menemukan 103 jenazah dari 162 penumpang dan awak pesawat. Sebanyak 98 jenazah di antaranya telah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.


Kesigapan tim Basarnas gubungan dalam melakukan pencarian pun dinilai berhasil. Kesuksesan tersebut mengantarkan Basarnas masuk daftar tim SAR terbaik di Asia versi The Wall Street Journal beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla turut memberikan penghargaan bagi seluruh tim yang terlibat dalam pencarian pesawat tujuan Singapura dari Surabaya itu. Penerima penghargaan antara lain personel dari pihak TNI-AL, TNI-AD, TNI-AU, BMKG, Basarnas, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kota Surabaya, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri. Begitu juga sejumlah anggota tim lainnya.

Di lokasi terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi memberikan penghargaan dan uang pembinaan kepada 108 personel TNI-AL yang terlibat langsung dalam evakuasi pesawat AirAsia. ”Penghargaan ini untuk menghormati kerja keras semua yang terlibat,” ucapnya di Koarmabar, Jakarta..

Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis kepada tiga orang perwakilan. Yakni Kolonel Laut (P) Yayan Sofyan (komandan KRI Bung Tomo 367 yang mewakili para komandan KRI), Kapten Laut (P) Wido Dwi Nugroho dari satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmabar yang mewakili para penyelam, dan Mahmut Malawat dari kapal MV Crists Onix yang mewakili instansi di luar TNI-AL.

Ade menuturkan, kerja keras TNI-AL dalam mengevakuasi serpihan pesawat dan jenazah penumpang AirAsia merupakan salah satu tugas TNI. Selain berperang, TNI berkewajiban turut serta dalam membantu dan menolong saat terjadi musibah. (mia/idr/c9/sof/dep)