Soal Tes Keperawanan, DPRD Jamber Minta Maaf

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU — Setelah dipolemikkan selama beberapa hari terakhir, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta maaf kepada masyarakat.

Permintaan maaf tersebut dilakukan atas adanya usulan salah satu anggotanya tentang tes keperawanan dan keperjakaan yang akan dijadikan syarat kelulusan siswa SMP dan SMA.

Atas nama lembaganya, Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi, meminta maaf kepada publik, terutama perempuan, anak-anak perempuan seluruh Indonesia, dan khususnya anak-anak pelajar di Jember.

Ia menyampaikan, gagasan tes keperawanan tersebut semata-mata hanyalah sebagai bentuk keprihatinan dan tanggungjawab mereka terhadap dunia remaja yang saat ini banyak mempraktekkan pergaulan bebas.


“Apa yang terjadi, seks bebas terjadi di kalangan pelajar, kemudian angka penderita HIV/AIDS dari kalangan pelajar dan mahasiswa cukup tinggi, inilah yang membuat kita prihatin,” katanya, Senin kemarin.

Pihaknya mencatat tingginya angka penderita HIV/AIDS yang berasal dari kalangan pelajar. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, Komisi D DPRD Jember akan meminta kepada Dinas Pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah, agar anak-anak lebih memahami bahaya seks bebas.

Untuk itulah, dalam waktu dekat, DPRD Jember akan melakukan proses kajian, dialog, dan mengundang para ahli dari berbagai sumber untuk memberikan masukan demi melahirkan sebuah kebijakan yang dapat memberikan perlindungan bagi warga Jember, terutama anak-anak Jember, tanpa adanya diskriminasi.(mad/ril)