Sambut Valentine, Beredar Coklat Berhadiah Kondom

Cokelat berhadiah kondom. Foto: Istimewa
Cokelat berhadiah kondom. Foto: Istimewa
Cokelat berhadiah kondom. Foto: Istimewa

POJOKSATU – Miris, bulan Februari yang identik dengan bulan kasih sayang ini malah disalah gunakan beberapa pihak untuk meraup keuntungan dengan menjual coklat berhadiah kondom, bagaimana bisa?

Bulan Februari yang dijuluki sebagai bulan kasih sayang, karena di bulan ini ada hari dimana diklaim sebagai hari kasih sayang sedunia atau dikenal anak muda saat ini sebagai hari Valentine’s Day yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Namun, banyak orang yang sering salah kaprah dengan hari kasih sayang ini.

Seharusnya hari kasih sayang tak hanya diperingati untuk satu hari saja, melainkan setiap hari. Karena ungkapan cinta dan kasih sayang tak bisa dibatasi waktu, kasih sayang dan cinta selalu ada setiap saat.

Padahal masih sepekan lagi hari kasih sayang ini, namun kemeriahannya sudah terasa, persiapan untuk menyambut hari Valentine sudah mulai dilakukan dari saat ini.


Banyak muda mudi yang merayakan hari yang identik dengan coklat dan bunga mawar ini. Namun, sangat disayangkan, belum lama beredar paket hadiah Valentine berupa cokelat yang disertai dengan kondom. Dua batang cokelat Silverqueen dan kondom Fiesta itu dikemas rapi dalam bungkus plastik dan diikat pita merah muda.

Dijejaring sosial facebook, ramai beredar penjualan paket coklat kondom ini. Sangat memprihatinkan, hal ini dapat membawa pengaruh buruk untuk remaja Indonesia karena dapat disalah gunakan dan seolah mengajak remaja untuk melakukan pergaulan bebas.

Gambar yang diunggah melalui akun Facebook yang kemudian memancing komentar. Pengunggah mengungkapkan kalau paket tersebut berada di sekitar Kota Malang.

”RED ALERT!! Coklat+kon­dom dibagikan gratis di Malang. Kemungkinan juga di daerah lain atau dijual di supermarket2. Waspadalah…. waspadalah!,” tulis akun Facebook Bejo Paijo.

Dua gambar yang diunggah itu satunya berada dalam mobil, dan satu fotonya lagi memperlihatkan coklat kondom ini dijual bebas di supermarket. ”Klo ada pembagian gratis segera gerakkan rekan2 ikhwah utk ikut mendapatkannya sebanyak mungkin. Kita minimalisir penyebarannya. Semoga Allah melimpahkan hidayah pada putra-putri negeri ini,” tambah Bejo.

Tri Murny, anggota Komisi VIII dari Fraksi Nasdem mengatakan tidak dibenarkan jika menjual coklat berhadiah kondom. Seharusnya, penjual bisa memberikan iming-iming hadiah yang lain, misalnya seperti beli 2 coklat gratis 1.

”Indonesia mayoritas penduduknya Islam. Seharusnya tidak ada iklan seperti itu. Sebaiknya berikan hadiah yang normal saja. Jangan kondom, kalau ingin menarik pembeli,” ujar Tri.

Dilain tempat, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang mereka baru mendengar kabar ini, dan MUI Kota Malang sangat prihatin atas beredarnya kabar ini. NAmun, MUI Kota Malang akan segera melakukan pantauan dan segera menggelar rapat anggota untuk menindaklanjuti isu ini.

”Akan kita rapatkan bersama Ketua MUI dan jajarannya. Kalau memang nanti dibutuhkan akan kita keluarkan imbauan tersebut,” kata Mufid Mahardika Rudianto, Staf MUI Kota Malang. (zul)

Baca Juga: Promo Coklat dan Kondom Viesta Ternyata Tak Benar