DPRD: Ahok Harus Evaluasi Dinas Tata Air dan Kontraktor

Abdurrahman Suhaimi
Abdurrahman Suhaimi
Abdurrahman Suhaimi

POJOKSATU- Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membidangi Pembangunan, Abdurrahman Suhaimi, meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengevaluasi jajarannya pada Dinas Tata Air terkait dugaan adanya sabotase penjebolan tanggul Kali Sunter.

Hal tersebut diungkapkan Abdurrahman dalam menanggapi pernyataan Ahok yang menduga adanya sabotase penjebolan tanggul Kali Sunter oleh kontraktor hingga mengakibatkan tujuh kelurahan di wilayah Jakarta Utara mengalami banjir pada Jum’at (23/1) lalu.

“Gubernur ketika menyatakan harus membawa bukti yang jelas, jangan saling tuduh, jika ada sabotase harus diproses hukum, kami setuju untuk itu,” kata Abdurrahman dalam keterangannya, Rabu (4/2).

Abdurrahman yang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta ini juga menegaskan, semua pekerjaan yang merubah fasilitas umum dan infrastruktur harus ada ijinnya. Termasuk pengerukan sungai dengan dugaan menjebol tanggul Kali Sunter tersebut.


“Gubernur sudah harus hati-hati bicara sebagai Kepala Daerah, alih-alih ingin menyelesaikan masalah, akhirnya menuduh sana-sini,” lanjut politisi PKS ini.

Ia menduga, pernyataan Ahok tersebut merupakan salahsatu bentuk lemahnya koordinasi dan pengawasan Pemprov DKI Jakarta terhadap kontraktor yang dipercaya dalam mengerjakan proyek-proyek pembangunan Ibukota.

“Dengan kurang perhitungan tanggul dijebol, apalagi saat ini hujan tidak berhenti. Ini harus dievaluasi menyeluruh,” tegasnya.

Banjir masih menjadi masalah utama di Ibukota, seperti baru-baru ini di Jalan Penegak, Matraman Jakarta Timur yang menggenangi ratusan rumah. Padahal sebelumnya masyarakat sekitar belum pernah mengalami banjir. (sim)