Warga Bogor dan Bekasi Protes Keras Ahok

APTB

POJOKSATU- Proyek bus angkutan perbatasan terintegrasi bus TransJakarta (APTB) dinilai keliru. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berniat akan menghapus APTB. Namun, hal ini justru diprotes sebagian warga Bogor dan Bekasi yang bekerja di Jakarta.

Sebab, APTB selama ini memang melayani masyarakat kota pe­nyangga seperti Bekasi, Bogor dan Tangerang. Siska, salah satu pengguna APTB jurusan Grogol-Cibinong mengaku kecewa, jika Gubernur DKI benar menghapus APTB.

Keberadaan APTB, katanya, justru dinilai sangat membantu. Dengan menggunakan APTB ia bisa sampai langsung ke tujuan tanpa harus menyambung trans­portasi lain. Harusnya kalau mau dihapus, ya dipikir-pikir dulu lah, selama ini banyak warga di kota-kota perbatasan sangat terbantu kok,” ucap Siska.


Dia pun menyatakan tidak setuju dengan wacana pem­batasan atau pun penghapusan APTB. Rute yang kerap dilalui bus APTB sudah efektif. Kary­awati sebuah perusahaan ini berharap, kebijakan tersebut ti­dak merugikan bagi pihak APTB maupun penumpang. Penump­ang APTB sekarang juga tambah banyak. Terutama di jam kantor, jalur dekat saja penumpang lebih suka naik APTB karena bus Tran­sjakarta suka lama nunggunya,” katanya.

Senada dengan Siska, Ratih, warga Bogor yang menggu­nakan bus APTB ini juga tidak setuju dengan wacana tersebut. Ia meminta agar APTB tetap diop­erasikan, bahkan harus ditunjang dengan segala perbaikan.

Ketika bahan bakar minyak (BBM) naik, memang secara sepihak Mayasari sebagai pihak operator APTB menaikkan tarif hingga 30 persen. Yang tadinya cuma Rp 13.000 bisa sampai Rp 17.000. Meski begitu, kita tetap naik karena memang APTB masih cukup dibutuhkan,” tu­turnya.

Jika APTB benar dihapuskan, ia mengaku bingung, lantaran beberapa rute bus reguler yang sebelumnya beroperasi di rute tersebut juga telah dihapuskan. Nanti malah buat penumpang semakin bingung. Kalau APTB dihapus, rute bus reguler juga ditiadakan, terus kita warga Bo­gor naik apa kalau mau kerja ke Jakarta? Ini mah namanya warga Bogor di-diskriminasi,” keluhnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai, ada yang salah dengan mekanisme operasional bus APTB, terutama dari segi trayek. Proyek APTB merupakan proyek yang salah dan hanya menghabiskan anggaran. Ia menginginkan pemberhentian operasional APTB dan digabung dengan pengelolaan Transja­karta.

Bila operator APTB sudah berada di bawah pengelolaan PT Transjakarta, APTB akan terintegrasi dengan sistem pem­bayaran yang baru, yakni rupiah per kilometer, sehingga tidak ada lagi bus APTB yang ngetem sembarangan serta menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat.

Tapi ini bukan berarti pengha­pusan. Ke depan, APTB di bawah pengelolaan Transjakarta tetap beroperasi, namun hanya sampai daerah pinggiran Jakarta. Tak seperti sekarang dimana APTB beroperasi hingga ke tengah kota,” ucap bekas Bupati Beli­tung Timur ini.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan, akan mengevaluasi terlebih dulu tentang pengopera­sian APTB ini. Kita akan tinjau lagi jika memang ada kesalahan-kesalahan APTB. Misalnya, kesalahan dalam perjalanan atau suka keluar masuk jalur Transjakarta. Itu kesalahan yang jelas. Yang melakukan kesalahan, ya langsung dihukum, kita lihat saja,” tegasnya.

Kepala Bidang Angkutan Da­rat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristanto me­nambahkan, Dishub DKI tengah menyusun rencana pengalihan rute APTB. Rute tersebut nanti­nya akan mengatur agar bus APTB mengantarkan penumpang hanya sampai di halte ujung ko­ridor Transjakarta, namun tidak menjadikan halte tersebut tempat pemberhentian akhir.

Sebab katanya, rencana pemo­tongan rute layanan APTB hanya sampai di halte ujung koridor Transjakarta, dinilai berpotensi menimbulkan terminal bayan­gan. Sebab, kawasan di sekitar halte ujung koridor Transjakarta dikhawatirkan akan jadi lokasi ngetem” bus-bus APTB yang dipaksa memutar balik kembali ke arah kawasan penyangga. (rmol)