Malam Tahun Baru, Pemuda Bogor Pilih Diskusi

POJOKSATU- Sejumlah pemuda di Bogor memilih mengikuti diskusi dibanding ada dalam hiruk pikuk pesta malan pergantian tahun, Rabu (31/12/2014). Mereka berkumpul di Graha Pena Bogor dan membuat rangkuman resolusi untuk 2015.

Dalam diskusi yang dihadiri Walikota Bogor Bima Arya ini juga, para pemuda Bogor dari berbagai organisasi kepemudaan dan BEM se-BogorĀ  ini memahami pentingnya pengembangan diri sendiri. Tapi juga mencari fokus terbaik untuk kotanya.

Mereka juga menyepakati jika pemuda harus mampu bersaing, memiliki kemandirian, dan tidak memberikan masalah pemuda kepada negara.

“Pemuda jangan terlalu banyak berharap mendapatkan kemudahan dari negara. Pemuda harus memiliki kemandirian, jangan jadi beban negara. Pemuda masa depan harus memiliki visi tentang dirinya dan memiliki output yang besar, ” kata Hazairin Sitepu, tokoh pers di Bogor ini.


Sedangkan Walikota Bogor Bima Arya memandang, ada dua kategori besar pemuda, yakni aktivis dan relawan. Namun, saat ini zaman sudah berubah. Dunia butuh pemuda kategori relawan.

“Pemuda dalam kategori relawan ini, mereka bergerak membantu kegiatan pemerintah. Ini juga yang terjadi di Kota Bandung dan Surabaya, di mana Pak Ridwan Kamil dan Bu Risma memiliki relawan-relawan yang fokus pada kemajuan kota,” kata walikota yang akrab dipanggil Kang Bima ini. (ps)