POJOKSATU.ID - Bendungan Leuwikeris bukan sekadar struktur beton raksasa di Sungai Citanduy antara Tasikmalaya dan Ciamis.

Lebih dari itu, bendungan ini berpotensi menjadi bank air strategis bagi wilayah Jawa Barat Selatan.

Sebuah cadangan air yang bisa menopang kehidupan dan ekonomi masyarakat di kawasan yang selama ini rawan krisis air bersih dan gagal panen. 

Air bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga modal ekonomi.

Baca Juga: Berbagai Daerag TPG Guru Cair, Bukti Tunjangan Guru Siap Dicairkan Tiap Bulan!

Di wilayah Jawa Barat bagian selatan, cuaca ekstrem seperti kemarau panjang dan kekeringan semakin sering terjadi, mengancam produksi pertanian dan pasokan air rumah tangga.

Dengan kapasitas tampungan mencapai 81,44 juta meter kubik, Leuwikeris berfungsi seperti tabungan air raksasa menyimpan air saat musim hujan untuk digunakan saat musim kemarau. 

Jika kita bandingkan kebutuhan harian air rumah tangga:

Rata-rata penggunaan air per orang sekitar 100–150 liter/hari.

Satu juta meter kubik air bisa memenuhi kebutuhan > 6,6 juta orang selama 1 hari penuh (dengan asumsi 150 liter/orang).

Dengan demikian, 81 juta m³ memiliki potensi yang sangat besar ketika dikelola sebagai tabungan untuk kebutuhan jangka panjang, terutama di daerah yang belum memiliki akses air bersih terjamin.

Baca Juga: Pemerintah Gratiskan Biaya Program PKA bagi Guru Kemendikdasmen, Gandeng LPTK Terakreditasi!

Konversi Volume Air ke Kebutuhan Rumah Tangga & Pertanian

Leuwikeris tidak hanya berguna secara teoretis; manfaatnya konkret untuk kehidupan sehari-hari dan ekonomi lokal:

Air bersih rumah tangga

Bendungan ini menyuplai air baku sekitar 845 liter per detik untuk Kota Banjar serta Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis yang artinya bisa memenuhi kebutuhan air ribuan rumah tangga setiap harinya. 

Air untuk pertanian

Air dari Leuwikeris akan mengairi lahan pertanian seluas 11.216 hektare, menggantikan sistem tadah hujan yang sangat bergantung cuaca dan sering menyebabkan gagal panen saat kemarau panjang tiba.

Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, petani bisa meningkatkan intensitas tanam serta produktivitas beras dan komoditas lainnya, yang berarti keamanan pangan lokal jadi lebih kuat.

Mengapa Leuwikeris Dibangun di Lokasi Ini?

Pemilihan lokasi bendungan bukan kebetulan wilayah Tasikmalaya dan Ciamis secara geografis berada di aliran Sungai Citanduy, yang selama ini tidak memiliki bendungan besar untuk menahan, menyimpan, dan mengatur air.

Sebelum Leuwikeris, wilayah ini sering mengalami pola air yang tidak stabil:

Banjir saat musim hujan, karena tidak ada penahan debit air sungai.

Kekeringan saat musim kemarau, karena tidak ada cadangan air yang tersimpan.

Dengan bendungan ini, pemerintah mencoba menciptakan sistem resiliensi air yang berkelanjutan bukan hanya mengatasi satu musim saja, tetapi menyimpan air untuk masa depan jangka panjang.

Baca Juga: Tunjangan Guru 2026 Resmi Cair Bulanan Mulai Januari, SKTP Jadi Penentu Nasib Dana Masuk atau Tertahan di Rekening

Manfaat Lain yang Mendukung “Bank Air”

Selain fungsi utama sebagai suplai air baku dan irigasi, Leuwikeris juga dapat:

Mereduksi risiko banjir di hilirnya saat musim hujan ekstrem.

Potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hingga 20 MW.

Menjadi kawasan konservasi air tanah dan destinasi wisata air. 

Artinya, bendungan ini bukan hanya bank air, tetapi juga infrastruktur multifungsi yang menyediakan keseimbangan ekologis dan peluang ekonomi.

Baca Juga: Mengenal Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik PKA Bagi Guru yang Belum S1

Ketika berbicara tentang Bendungan Leuwikeris sebagai bank air, kita melihatnya bukan sebagai bangunan fisik semata, tetapi sebagai modal strategis jangka panjang yang menjawab tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan ketersediaan air bersih di Jawa Barat Selatan.

Dengan kapasitas besar dan fungsi multifungsi, Leuwikeris dirancang bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk puluhan tahun ke depan, menjadi penyangga kehidupan dan ekonomi wilayah.***