POJOKSATU.ID- Terungkap sudah identitas mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) yang tewas bunuh diri di kampusnya, korban adalah LD (24) warga Desa Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya yang berada di lokasi kejadian mengatakan saat itu ia sedang ujian di lantai 4.
Tiba-tiba ia mendengar ada suara seperti benda jatuh sangat keras, dari gedung Fikom Universitas Brawijaya.
Baca Juga: Cedera Pergelangan Kaki Makin Parah, Jeonghan SEVENTEEN Jalani Operasi, Dipastikan Absen Jadwal Grup di Asia
"Ada suara kayak benda jatuh, kayak buk gitu, keras sekali. Kita pikir itu pot atau benda apa yang jatuh, ternyata infonya ada mahasiswa yang bunuh diri," katanya.
Ia pun mendapatkan pesan berantai di grup WhatsApp angkatan yang menyebut ada peristiwa bunuh diri seorang mahasiswi dari lantai 12 gedung perkuliahan.
Sedangkan ada beberapa petugas kepolisian berpakaian non dinas juga telah berdatangan.
Baca Juga: Ganjar Diberi Wayang Golek Satria oleh Dalang Darsa di Karawang
Kepolisian masih menggali informasi di lokasi kejadian. Sementara aparat keamanan internal kampus juga terlihat berjaga di sekitar area lobi Gedung Filkom.
Jenazah mahasiswi sendiri telah dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk keperluan identifikasi sekitar pukul 13.15 WIB.
Mahasiswi tersebut diduga loncat dari lantai 12 kampus sekitar pukul pukul 10.35 WIB.
Pihak kampus juga tengah menyelidiki identitas diduga mahasiswi Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Baca Juga: Berikut Caleg PKB DPRD Kabupaten Purwakarta, Warga Wajib Baca!
Sementara, Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengungkapkan identitas mahasiswi tersebut.
Ia membenarkan kejadian bunuh diri yang dilakukan seorang perempuan dengan cara loncat dari lantai 12 kampus.
Kompol Danag menyebutkan identitas korban diketahui berinisial LD (24) warga Desa Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Inilah Daftar Caleg DPRD Kabupaten Bandung Barat 2024 dari PSI
Ia menyatakan korban pernah masuk terdaftar mahasiswi di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Namun, korban mengundurkan diri dari mahasiswa UB karena sakit.
"Korban mengundurkan diri pada tahun 2019 karena mempunyai penyakit depresi," katanya.
Danang menjelaskan dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim Inafis dan keterangan para saksi, diduga korban sengaja melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 12 ke lantai 4 gedung Fakultas Ilmu Komputer.
Baca Juga: Liverpool vs Manchester United, Pertarungan Sengit Dua Rival Abadi yang Menentukan Nasib Musim Ini
Hal itu didukung adanya bukti pendukung diantaranya, ditemukan sejumlah barang-barang milik korban yang berada di lantai 12.
Pihak kepolisian juga menemukan bekas luka sayatan baru di lengan kiri korban.
"Di tangan korban juga terdapat bekas luka sayatan baru pada tangan kiri korban (bagian nadi). Diduga bekas luka tersebut beberapa hari yang lalu, sehingga sebelum peristiwa tersebut terjadi sudah ada muatan dari korban untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri," ungkapnya seperti dikutip. ***
