POJOKSATU.ID- Kepolisian Resor Maros, Sulawesi Selatan, menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap ayah dan anak di lantai dua rumah toko Jalan Poros Maros, Kecamatan Turikale.

Kedua korban berinisial M (53) dan AM (26), merupakan ayah dan anak yang tewas secara mengenaskan diduga ditikam pelaku. "Kami dari Polres Maros menyampaikan turut berbelasungkawa atas kejadian ini.

Dan apa yang disampaikan bapak tadi ada dugaan (tindak pidana pembunuhan), tadi ditemukan (jenazah). Tadi subuh (kejadian) pukul 04.30 WITA di ruko ini," ujar Kapolres Maros AKBP Awaluddin kepada wartawan di Maros, Rabu (6/12).

Baca Juga: Pramuka MAN 2 Kota Bogor Rilis Deretan Merchandise Jelang Pelaksanaan Kompra Tingkat Nasional

Atas peristiwa pembunuhan ayah dan anak itu, jajaran kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari petunjuk seusai kejadian.

Selanjutnya, tim dokter kepolisian mengevakuasi dua jenazah ayah dan anak itu ke rumah sakit untuk keperluan autopsi.

"Setelah kami mendapatkan informasi dari pihak keluarga, dan alhamdulillah, jajaran Polres Maros, Polsek Turikale, dan di-backup Resmob Polda Sulsel langsung melakukan olah TKP," ungkap Awaluddin di lokasi kejadian.

Baca Juga: Rilis Single 'Modal Percoyo', Ndarboy Genk Curhat Pengalaman Pribadinya saat Jadi Mitra Driver Grab

Pihaknya belum mengetahui secara pasti motif dugaan pembunuhan tersebut. Hasil olah TKP masih dalam proses, termasuk pemeriksaan saksi-saksi maupun pihak keluarga yang mendengar dan melihat kejadian saat itu.

"Sampai saat ini, terkait seperti apa petunjuk yang didapatkan nanti disampaikan. Kami mohon kepada masyarakat Kabupaten Maros, doakan kami dan para penyidik, kami akan segera menangkap para pelakunya," ucap Awaluddin dilansir antara.

Secara terpisah, anak korban UH (23) yang menjadi saksi mata, sempat melihat dan mendengar kejadian itu. Dia mengatakan diduga pelakunya berjumlah dua orang.

Baca Juga: Fakta Unik Film Escape Room: Permainan Mematikan dengan Balutan Teka-Teki

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/12) saat subuh hari.

Lalu, dia mengaku sempat mengintip saat kejadian dan melihat ayahnya dan kakaknya terlibat perkelahian dengan orang lain yang sudah berada dalam rumahnya.

Saat itu, dia sempat mendengar suara ayahnya berteriak dan menyuruhnya untuk tidak turun ke lantai dua.

"Saya dilarang turun, lalu saya masuk ke kamar adikku bersembunyi. Saya telepon tanteku J ada kejadian di rumah, dan tante telepon Polres Maros.

Baca Juga: Cocok Buat Mahasiswa! Berikut 5 Ide Usaha dengan Keuntungan yang Fantastis dalam Sehari, Bisa Buat Bayar Kost

Orangnya (terduga pelaku) itu saya lihat sekilas kurus-kurus, pakai celana panjang," katanya.

Beberapa saat kemudian, pamannya berinisial U datang ke rumah. Saat pamannya sudah di lokasi, UH belum mau turun. Dia mau turun nanti setelah orang ramai berdatangan.

Lalu, saksi turun dan mendapati ayah dan kakaknya sudah meninggal dunia dengan mengenaskan tergeletak berlumuran darah.

Saat ini, lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan. Kepolisian bahkan sudah bergerak untuk mengejar para pelaku yang ciri-cirinya sudah diidentifikasi berdasarkan keterangan saksi-saksi, baik anak korban maupun warga sekitar. ***