POJOKSATU.ID - Warga Kuningan digegerkan dengan penampakan macan tutul berkeliaran di balas desa, hewan tersebut terlihat sembunyi di balik tumpukan kursi plastik.
Kejadian ini terjadi di Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Meleber, Kabupaten Kuningan, pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, sekitar pukul 7 pagi.
Menurut kesaksian pekerja yang hendak masuk ke balai desa, ia dikejutkan dengan penampakan macan tutul yang berlarian panik seperti mencari jalan keluar.
Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Masuk Daftar Penerima Bintang Mahaputera Utama
Hingga akhirnya predator tersebut masuk ke ruangan kamar mandi, dimana ada banyak kursi plastik menumpuk di sana.
Bangunan ini sudah dikosongkan karena telah direlokasi ke balai desa baru, dan pekerja tersebut hendak mengambil peralatan kantor yang tertinggal.
Melihat ukuran macan tutul tersebut yang besar, para pegawai mengurungkan niat untuk masuk dan segera berteriak memanggil warga.
Baca Juga: Pendaftaran PPG Prajabatan akan Dibuka Pada Tahun 2026? CEK Syarat Lengkap untuk Calon Peserta!
Aparat gabungan dari TNI, Polri, Damkar, hingga BPBD turun ke lokasi untuk mengamankan agar tak ada warga yang mendekat ke bangunan balai desa lama.
Temuan ini segera dilaporkan ke pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat agar macan tutul itu bisa dievakuasi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis oleh pihak BKSDA dengan cara dibius sesuasi aturan saat mengevakuasi hewan buas.
Baca Juga: Seskab Teddy Indra Wijaya Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama
Evakuasi baru dilakukan siang hari hingga pukul setengah 3 siang, karena macan tutul itu sembunyi di area yang sempit.
Ketika obat bius mulai bekerja, macan tutul tersebut segara dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kandang portable.
Ada dugaan macan tutul itu terjebak di dalam balai desa selama satu hingga dua hari, diduga masuk melalui lubang tembok dan atap gudang bangunan tersebut.
Baca Juga: Menkomdigi, Meutya Hafid mendapat gelar Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo
Diperkirakan macan tutul jantan ini berusia 3 tahun dengan bobot tubuhnya mencapai 35 kilogram.
Setelah dievakuasi, tim dokter hewan memeriksa kondisinya dan ternyata hasilnya tak ada masalah alias sehat.
Macan tutul itu nantinya akan dilepaskan kembali ke alam liar tapi jika tak memungkinkan akan direhabilitasi dulu di Taman Satwa Cikembulan atau Lembang Zoo.***

