POJOKSATU.id - Pakar psikologi forensik sekaligus kriminolog, Reza Indragiri Amriel angkat bicara terkait mahasiswi Unnes bunuh diri.
Mahasiswi Unnes bunuh diri atau Universitas Negeri Semarang dilakukan dengan lompat dari lantai 4 parkiran Mall Paragon.
Akibatnya, mahasiswi Unnes tersebut meninggal dunia dengan mengenaskan.
Reza Indragiri menegaskan, aksi bunuh diri sejatinya adalah tindakan yang konyol.
Alih-alih menyelesaikan masalah, aksi mengakhiri nyawa sendiri itu justru hanya akan menambah masalah baru.
"Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah, tapi justru melipatgandakan masalah," kata Reza saat dihubungi Pojoksatu.id, Kamis 12 Oktober 2023.
Baca Juga: Hasil Arctic Open 2023: The Daddies Lolos Perempat Final, Deglo Angkat Koper
Selain menambah masalah bagi keluarga yang ditinggalkan, aksi di luar nalar ini juga bisa menimbulkan masalah bagi pihak lain.
Seperti mahasiswi Unnes bunuh diri di tempat keramaian, sudah pasti membuat pusat perbelanjaan pun ikut mendapat getahnya.
Padahal tempat perbelanjaan itu sejatinya sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelaku bunuh diri.
Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia vs Brunei 12 Oktober, Langkah Pertama Menuju Piala Dunia 2026
"Ketika dilakukan di pusat perbelanjaan, misalnya, itu dapat berdampak buruk bagi bisnis pusat niaga tersebut. Bisa dikenal angker, dianggap bawa sial, dan lainnya," tuturnya.
Karena itu, Reza berharap agar tindakan bunuh diri tidak lagi jadi jalan yang dipilih.
Ada baiknya, jika memang mengalami tekanan yang cukup besar, bisa membicarakannya dengan keluarga atau orang terdekat.
Hal ini perlu dilakukan agar bisa dicari solusi atau jalan keluar yang lebih baik.
Baca Juga: Pemuda Pancasila Karawang Curiga Ada Kecurangan Lelang RSUD Rengasdengklok dan Akan Lapor ke KPK
"Jadi, janganlah melakukan bunuh diri, apalagi di lokasi yang memunculkan kegemparan dan merepotkan banyak orang," ujarnya lagi.
Sebelumnya, mahasiswi Unnes (Universitas Negeri Semarang) bunuh diri dengan cara lompat dari lantai 4 parkiran mobil Mall Paragon Semarang.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap memakai celana panjang dan baju lengan panjang di akses pintu keluar parkiran mobil, pada Selasa (10/10/2023) sekitar pukul 17.20 WIB.
Baca Juga: Merinding ! Wanita Ini Kehilangan Janin Usai Antar Nenek Misterius ke Gang Buntu Saat Jelang Magrib
Mahasiswi Unnes tersebut diketahui berinisial NJW berusia 20 tahunan, warga Candi Penataran, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan surat wasiat dari saku baju yang diduga ditulis mahasiswi Fakultas MIPA itu.
Di surat itu, NJW meminta maaf kepada ibunya karena tidak kuat menjalani hidup dan merasa tertekan serta lelah.***
