POJOKSATU.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kemacetan yang terjadi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara selama 3 hari berturut-turut.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kegiatan Silaturahride 2025 yang digelar di Balai Kota Jakarta Pusat Minggu (20/4) pagi.

"Saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di Tanjung Priok ini sungguh membuat saya resah," kata Pramono.

"Untuk itu secara khusus saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya walaupun sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintah Jakarta," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa kemacetan disebabkan oleh pelanggaran kapasitas angkutan truk yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo.

Baca Juga: Masih Berstatus Waspada, Gunung Semeru Kembali Erupsi Luncurkan Kolom Abu hingga 800 Meter

Pelindo diduga memaksakan bongkar muat truk melebihi kapasitas hingga berakibat padatnya lalu lintas.

"Yang terjadi di dalam Tanjung Priuk untuk muatannya yang harusnya 2.500 truk per hari, kemarin itu dipaksakan untuk menjadi 4.000 truk per hari sehingga mengalami jam dan akhirnya saya juga baru tahu tadi pagi dari Kepala Dinas Perhubungan bukan lagi 4.000 tetapi menjadi 7.000 truk per hari," paparnya.

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menegur dan menjatuhkan sanksi kepada pihak Pelindo sebagai bentuk penegakan aturan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Ini menunjukkan bahwa ketidakprofesion pengelola yang ada di Tanjung Priok untuk itu saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya karena sudah 3 hari kemacetan ini enggak boleh terjadi kembali dan Pelindo secara terbuka sudah meminta maaf baik kepada pemerintah Jakarta yang terkena akses dari hal tersebut maupun kepada masyarakat," jelas Pramono.

Lebih lanjut Pramono menjelaskan bahwa kapasitas maksimal truk yang diperbolehkan untuk Pelindo adalah 2.500 unit per hari namun saat kemacetan terjadi jumlah truk yang melintas dilaporkan mencapai 4.000 unit per hari melebihi batas yang telah ditentukan.

Sebelumnya, penyebab padatnya aktivitas bongkar muat di Tanjung Priok yang berakibat macet dilaporkan terjadi karena ada 3 kapal barang yang tiba tidak sesuai jadwal.***