POJOKSATU.id - Yupi's Good Talent ajang pencarian bakat untuk anak dan remaja kembali hadir tahun ini.
Acara yang digelar oleh PT Yupi Indo Jelly Gum sudah memasuki musim ke-5. Pada ajang ini, peserta yang berada pada jenjang SD sampai SMA dapat mengeksploarsi potensi dan juga mengembangkan kepercayaan dirinya.
Marketing Communication Manager PT Yupi Indo Jelly Gum, Addyono H. Koloway, mengatakan Yupi mendukung penuh dan mendukung pengembangan bakat anak dan remaja di berbagai bidang. Oleh karena itu, kegiatan ini dselenggarakan.
Baca Juga: Porkab Cirebon Kembali Digelar di Agustus 2024, Fokus Mencari Bakat Atlet Muda
"Peserta tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini ada 8.000 yang mengikuti audisi," ungkap Addyono saat konferensi pers di Tebet, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2024.
Selama audisi, Yupi melibatkan Purwa Caraka Music Studio. Ada 24 peserta terbaik yang masuk grand final setelah tahapan semi final.
Ada 2 kategori dalam kompetisi pencarian bakat ini, yaitu kids and teens. Juara diambil dari setiap kategori.
Peserta dapat menunjukkan berbagai bakat, mulai dari menyanyi, menari, bermain alat musik, dan bidang kesenian lainnya.
"Juri dalam ajang pencarian bakat ini kita pilih dari para profesional berpengalaman di berbagai bidang, salah satunya Purwacaraka," kata dia.
"Tokoh-tokoh itu terdiri dari orang yang telah mencapai kesuksesan di industri mereka masing-masing," sambung dia.
Yupi dikenal dekat dengan anak. Addyono mengatakan produk Yupi sangat disukai karena tidak hanya menawarkan tekstur kenyal tetapi juga kaya vitamin dan bermanfaat bagi kesehatan. Contohnya Bolicious yang memiliki kolagen dan vitamin.
"Yupi Good Talent 2024 tidak hanya tentang bakat tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi dan profesional. Anak dan remaja akan belajar bagaimana menghadapi tantangan, menerima kritik," kata dia.
Baca Juga: Ratusan Siswa Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Klari Adu Bakat Seni dan Olahraga di MI Nurul Falah
Dia berharap ajang pencarian bakat ini dapat membua tanak dan remaja lebih produktif dalam memanfaatkan media digital demi menciptakan peluang kesuksesan ke depannya.
Dalam kesempatan yang sama, Purwacaraka mengatakan ajang seperti ini memberikan kontribusi kepada industri musik.
"Output tidak selalu menjadi musisi, tetapi bisa secara emosional memberi rasa percaya diri. Tujuannya tidak mencetak artis, tetapi mumpuk bakat anak-anak," demikian kata dia.
Kegiatan ini dihadiri juga dari Wakil dari Puspernas Kemendikbud Yosse Ervindry, dan Psikolog Yunita Indriati.***

