POJOKSATU.id - Pengamat sosial dan ekonomi, Lalu Niqman Zahir menyambut baik rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, di seluruh desa di Indonesia, gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih akan berdiri di total 75.753 desa.
Nantinya, Kopdes MP diberikan modal melalui Himbara dengan skema cicilan 3 hingga 5 tahun guna memastikan koperasi dapat beroperasi secara optimal sejak awal.
Lalu Niqman Zahir menyinggung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di era Presiden Jokowi.
Baca Juga: Mengawal 100 Hari Kerja Kepala Daerah, Lalu Niqman Zahir: Masa Kritis Menuju Kesuksesan
"Tapi penyertaan modal dari desa kepada BUMDes relatif sangat kecil. Setiap tahun rata-rata hanya sebesar Rp25 sampai Rp50 juta per desa, sehingga hanya beberapa BUMDes saja yang dapat menjalankan usahanya dengan baik," ujar Lalu.
Ada juga beberapa BUMDes yang usahanya sangat baik, namun usaha tersebut sudah berjalan dengan baik sebelum ada BUMDes, bahkan sebelum UU Nomor 6 Tahun
2014 lahir.
Berdasarkan website Kemendesa.go.id, saat ini ada 73 BUMDes yang mendaftar nama, 803 mendaftar badan hukum, 925 perubahan nama, 6.274 perubahan dokumen, 26.112 terverifikasi nama, dan 23.288 sudah berbadan hukum.
Namun tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai jenis usaha dan kemajuan usaha selain hanya aspek administrasi tersebut.
"Kopdes MP juga jangan sampai mengulang casing lamanya, yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) di era Pak Harto," tutur dia.
Sama dengan Koperasi Desa Merah Putih, KUD era Soeharto juga memiliki tujuan yang baik.
Di antara puluhan ribu KUD yang dibentuk ada sebagian KUD yang berhasil. KUD yang berhasil memiliki dampak positif bagi masyarakat desa.
"Seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dan meningkatkan akses ke pasar, serta meningkatkan harga jual produk pertanian," ujar dia.
Namun KUD juga menghadapi banyak sekali tantangan. Mulai dari kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam mengurus KUD, kurangnya akses pasar dan informasi, kurangnya dana dan fasilitas sampai masalah moral hazard.
"Khususnya pada para pengurus, sehingga KUD seringkiali diplelesetkan menjadi Ketua Untung Duluan. Para manajer lebih mementingkan gaji daripada mengembangkan bisnis," tutur dia.
Kendala lain KUD menurut Deputi Bidang Administrasi Setjen DPD RI ini adalah kurang adanya jiwa bisnis karena terlalu tergantung kepada pemerintah.
Karena itu, pembelajaran dari KUD sangat penting bagi Kopdes MP agar jangan sampai melakukan kesalahan yang sama yang akan mengakibatkan kegagalan.
Baca Juga: Profil Lalu Niqman Zahir, Plt Sekjen DPD RI yang Pernah Jadi Sekcam di Lombok Utara NTB
"Bagaimana strategi untuk meningkatkan keberhasilan Kopdes MP berdasarkan pembelajaran KUD sebelumnya," kata Lalu.
Karena itu, Lalu Niqman Zahir menilai ada 5 strategi yang harus dilakukan Kopdes MP agar tak berakhir seperti KUD.
1. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat desa, khususnya pengurus kopdes.
Peningkatan kapasitas dan kapabilitas ini memerulkan waktu lama, sehingga peningkatan kapasitas pengurus Kopdes harus dimulai segera setelah pembentukan koperasi.
2. Peningkatan pemahaman moral keagamaan pengurus Kopdes. Moral keagamaan ini masalah yang paling krusial.
3. Penintkatan jiwa bisnis para pengurus sehingga mereka akan lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnisnya.
4. Pemerintah yang terkait dengan desa, dan koperasi harus melakukan pembinaan dan pengawasan.
Masyarakat desa sebagai anggota Kopdes, harus ikut aktif dalam mengawasi pengurus dalam menjalankan bisnisnya. Kopdes sebaiknya memfokuskan pengembangan bisnis sesuai dengan potensi desanya.
Apabila skala usaha yang dikembangkan kopdes kurang, maka dapat bekerjasama dengan kopdes di desa sebelahnya, dalam sebuah kluster yang dikelola oleh koperasi bersama.
Kerjasama ini dapat lebih dari 2 desa, baik di suatu kecamatan maupun lintas Kecamatan, asal saling berbatasan
5. Jangan sampai ada penumpang gelap atau free rider, apalagi ada kepentingan politik dari partai tertentu yang ingin menangguk kepentingan desa untuk kepentingan 2029.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

