Ganasnya Ombak Pantai Selatan Sukabumi, Dua Hari Dua Nyawa Melayang

POJOKJABAR.com, Sukabumi – Berdasarkan analisis data sipnotik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang adanya ancaman gelombang tinggi dan pasang surut, BMKG Bandung telah memberi himbauan waspada bahaya gelombang tinggi yang akan terjadi di pantai lautan lepas Sukabumi.


Namun, himbauan tersebut nampaknya tak banyak dihiraukan terutama oleh para wisatawan. Buktinya, selama akhir pekan, pantai selatan Sukabumi masih terus dipadati para pengunjung yang ingin menghabiskan liburannya.

Dalam dua hari ini pun, Pantai Selatan Sukabumi merenggut dua nyawa anak-anak yang tengah berenang. Pada Sabtu (11/12/2021) lalu, seorang bocah berusia 7 tahun bernama Nizam tewas setelah beberapa jam hilang digulung ombak di kawasan Pantai Kamboja Desa/Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Sementara korban laka laut kedua, terjadi pada Minggu (12/12/2021). Korban bernama M. Rizki tengah berenang di Pantai Kapitol, Kecamatan Cisolok. Korban ditemukan anggota Sat Poairud dan tim SAR gabungan pada pukul 18:00 WIB.


Korban pertama yang diketahui merupakan warga Kampung Pasir Bandera, RT 01 RW 06, Desa/Kecamatan Cikakak awalnya tengah asyik berenang bersama saudaranya sekitar pukul 08:00 WIB. Tapi tiba-tiba, dia digulung gelombang pasang dan tiga anak terseret ombak, satu diantaranya Nizam.

Dari tiga anak itu, kakak kandung Nizam bernama Gea (12), dan sepupunya Irfandi (8) berhasil diselamatkan. Sedangkan Nizam dinyatakan hilang dan beberapa jam kemudian jasad korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa sekitar pukul 11:35 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR, Hendra Sudirman mengatakan, ayah korban Nizam bernama Nasrudin (49) sempat berupaya menyelamatkan Nizam, namun nahas tidak tertolong dan dinyatakan tenggelam.

“Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada radius 5 meter dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi menuju rumah duka. Korban siang tadi ditemukan terdampar di bibir pantai oleh masyarakat setempat dan langsung dievakuasi serta diserahkan kepada keluarga korban,” ujar Hendra dalam keterangannya.

Hendra juga mengungkapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga atas musibah yang dialami korban dan mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas sinergi tim SAR gabungan dalam melakukan upaya pencarian korban hingga akhirnya korban ditemukan.

“Sebelumnya upaya pencarian terhadap korban dilakukan dengan membagi area pencarian menjadi 2. Dimana SRU pertama melakukan pencarian menggunakan Rubber Boat dengan Luas Area 3 Nm² di sekitar lokasi kejadian, kemudian SRU kedua melakukan pencarian visual jalur darat dengan jarak 3 KM dari lokasi kejadian,” paparnya.

Untuk korban kedua, ditemukan di radius kurang lebih 5 meter dari TKP di Pesisir Pantai Kapitol dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan pada pihak keluarga,” ungkap Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Tri Andri Affandi melalui Kasubnit Patwalair Satpolairud Polres Sukabumi, Bripka Erwin.

Puluhan personel SAR gabungan pun dilibatkan dalam melakukan operasi SAR terhadap korban yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Polres Sukabumi, Polsek Cikakak, Polair Sukabumi, Damkar Pelabuhanratu, BPBD P2BK Kecmatan Cikakak, Sarda, Rapi 01, MRI ACT Kabupatem Sukabumi, IEA Sukabumi, CBP Sukabumi, Panthera, SSV, Balawista, Keluarga Korban dan Masyarakat Setempat.

(rs/ris/pojokjabar)