Baru Menjabat jadi Direktur PDJT, Lies Akan Rombak Besar-besaran Termasuk SDM

Direktur PDJT Kota Bogor, Lies Permana Lestari.

POJOKBOGOR.com – Baru beberapa pekan Lies Permana Lestari menjabat sebagai Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, kini wanita itu berencana akan melakukan perombakan besar-besaran di perusahaan plat merah milik pemkot.


Seperti diketahui, Lies melihat saat ini kondisi PDJT sendiri kini sedang sakit dan diambang kebangkrutan.

“Strateginya sudah kami susun yakni transformasi yang sangat mendasar seperti membentuk perusahaan yang fleksibel untuk menarik investasi yang kita butuhkan, model bisnis akan kita review kembali, hingga ke tranformasi digital, termasuk tranformasi SDM yang membantu untuk bergerak maju,” ujarnya kepada pojokbogor, Senin (13/12/2021).


Menurut Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajeman Universitas Trisakti ini, melihat dari dalam PDJT harus ditata ulang, banyak hal yang harus dibenahi salah satunya dengan melakukan tranformasi dari bentuk perusahaan itu sendiri supaya bisa lebih fleksibel, lebih terbuka dalam menagkap investasi.

“Yang terpenting adalah disini masalahnya keuangan. PDJT ini harus dibenahi keuangannya dahulu, nanti model bisnis, bentuk hukum perusahaan, moda transportasinya, IT, SDM sampai ke transformasi secara menyeluruh,” jelasnya.

Lies menjelaskan, pertama transformasi dibentuk perusahaannya dahulu supaya lebih fleksibel, bisa menangkap investasi-investasi, tetapi tetap goverment. Kedua tranformasi dalam moda transportasinya, seperti sudah ada BisKita itu bagus, tiga angkot di konversi menjadi satu bus. Nanti juga hal hal seperti itu akan diteruskan.

“Ketiga transformasi model bisnis, nanti ada non farebox atau pendapatan diluar tarif, capital lease atau pembiayaan modal dicicil dioptimalkan untuk menjadi pendapatan yang cepat. Keempat transformasi untuk SDMnya, kemudian transformasi IT. Nah hal-hal seperti itu yang akan menjadi PR saya kedepan,” tegasnya.

Berbicara soal transportasi, lanjutnya, bisa dikatakan transportasi seperti urat nadi, kalau itu lumpuh tidak mungkin ada pergerakan ekonomi, perdagangan dan sebagainya.

Kendati demikiaan, dengan berbagai strategi tersebut Lies optimis dirinya bisa membenahi persoalan transportasi untuk dijadikan nadi masyarakat Kota Bogor supaya bisa membuka peluang perdagangan, ekonomi, meningkatan PAD, mempercepat pembangunan daerah hingga menarik investor.

“Ini yang paling penting untuk membantu keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Dalam waktu dekat saya akan melakukan konsolidasi internal untuk melihat, memaping, kemudian membuka komunikasi dengan DPRD, organda, mitra dan pihak-pihak terkait untuk mendapat dukungan yang baik dan berkolaborasi,” pungkasnya.

(adi/pojokbogor)