Warung Rokok di Kota Bogor Belum Patuhi KTR, Ternyata Ini Keladinya

Wali Kota Bogor, Bima Arya saat melakukan sidak kawasan tanpa rokok (KTR) di Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (06/12/2021).

POJOKBOGOR.com– Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto melihat adanya perubahan terhadap pelanggaran kawasan tanpa rokok (KTR) di Kota Bogor saat ini.


Misalnya, untuk di minimarket dan toko modern lebih patuh terhadap kawasan tanpa rokok. Sedangkan kini untuk pelanggaran lebih didominasi ke warung warung.

“Di mini market lebih patuh, sudah ditutup display rokoknya. Tetapi di warung-warung pemukiman masih agak kacau, belum ditutup bahkan banyak atribut-atribut yang masih dipasang,” kata Bima saat melakukan sidak kawasan tanpa rokok (KTR) di Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (06/12/2021).

Dia menjelaskan, menurut pengakuan tukang warung sendiri, spanduk dan atribut iklan rokok itu ditempel langsung oleh marketing rokok.


“Terlihat di lapangan sekilas atribut itu seperti prodak minuman atau hal lain, tetapi kalau dilihat lebih jelas ternyata rokok. Jadi sekarang caranya sudah macam-macam, yang penting nempel dulu slogan, taglinenya,” ucap Bima.

Politisi PAN itu dibuat gemas sendiri lantaran, Bima membaca strategi produsen yang selalu ada saja akalnya.

“Jadi harus betul-betul kita sering turun kelapangan dan berkolaboratif,” ucapnya.

Bima juga menambahkan Perda Kota Bogor bisa dibilang paling maju di Indonesia, banyak yang mengapresiasi namun banyak juga yang masih belum paham.

“Berbicara tentang perda yang kontennya canggih, maju kalau tidak jalan sama saja. Makanya kita dorong agar dilapangan terus di cek oleh satgas,” pungkasnya.

(adi/pojokbogor)