Warga 3 Kecamatan Terganggu Bau Busuk TPAS Jalupang

TPAS Jalupang. (ega/pojoksatu)

POJOKSATU.id, KARAWANG – Warga 3 kecamatan yakni Kecamatan Kotabaru, Cikampek dan Tirtamulya Kabupaten Karawang resah akibat bau busuk dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang.


Menurut seorang warga Desa Cikampek Utara, Kecanatan Kotabaru bernama Hasan (40), Pemda Karawang terkesan tidak berdaya karena pengelolaan sampah di TPAS Jalupang terkesan asal-asalan.

“Bertahun – tahun Pemda Karawang tak berdaya dalam pengelolaan sampah masih gitu-gitu ajah, sampah hanya diangkut lalu dibuang ditumpuk di TPAS jalupang. Sementara kapasitas sampah yang masuk ke TPAS semakin meningkat hal tersebut nampak antrian kendaraan berbagai jenis mengantri menunggu giliran dibongkar karena tempat sampah sudah overload,” ujar Hasan, kepada pojokjabar.com melalui pesan tertulis.


Bau busuk yang keluar dari TPAS Jalupang, kata Hasan, bisa mencapai radius puluhan kilo meter. Akibatnya warga merasa terganggu dan rawan terkena penyakit.

Sejauh ini, kata Hasan, warga sudah beberapa kali protes kepada pengelola dari UPTD TPAS Jalupang, namun tidak ada tindakan serius.

“Warga tak berdaya dan kepada siapa mengeluh menyampaikan teror bau menyengat, hanya bisa pasrah apapun dampak buruk akibat sering menghisap luapan bau sampah,” ucap Hasan.

Pantauan di lokasi, nampak gundukan sampah di TPAS Jalupang sudah melebihi kapasitas. Bau tak sedap keluar dari sampah yang sudah ‘menggunung’ akibat pengelolaannya yang tidak profesional.

“Diluar sana, begitu hebonya sampah hanya beberapa hari tidak diangkut, namun warga sekitar jalupang setiap tarikan napasnya baik di luar rumah maupun di dalam rumah merasakan bau. Namun apapun yang akan di keluhkan dan disampaikan hanya sebatas jadi bahasan belaka oleh para pejabat Karawang,” ujar Hasan.

Bahkan kata Hasan, ada seorang guru di SMPN 3 Kotabaru terpaksa harus pindah tugas karena tidak tahan akibat bau busuk dari TPAS Jalupang.

TPAS Jalupang. (ega/pojoksatu)

Agus Dwi selaku UPTD TPAS Jalupang tidak ada ditempat saat akan dikonfirmasi persoalan ini. Informasi yang berhasil diterima, Agus beberapa hari lalu sudah dimutasi dan diganti oleh pejabat baru dari DLHK Karawang. (ega/pojokjabar)