Selama Ini Dicekal, Prabowo Bisa ke Amerika di Era Trump, Ehh Trump Malah Kalah

Prabowo Subianto dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (8/8/2020). Foto Partai Gerindra
Prabowo Subianto dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (8/8/2020). Foto Partai Gerindra

POJOKSATU.id, JAKARTA— Selama ini Prabowo Subianto selalu dicekal ke Amerika Serikat. Baru di era Presiden Trump bisa berkunjung. Bagaimana nasib pencapresan Prabowo setelah Joe Biden menang?


Kemenangan Joe Biden ini disebut-sebut cukup berpengaruh terhadap lanskap politik global, tidak terkecuali Indonesia.

Salah satunya adalah peluang Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada pilpres 2024 nanti.

Kekhawatiran tertutupnya peluang Prabowo untuk memenangkan pilpres muncul setelah dia mendapat undangan dari Kementerian Pertahanan AS untuk menggelar pertemuan di akhir periode jabatan Trump.

Baca Juga :

Jokowi Unggah Tulisan Bahasa Inggris untuk Joe Biden, Malah Mengundang Perdebatan

Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Indonesia Harus Hati-hati, Ini sebabnya

 

Sebelum undangan itu datang, status Prabowo masuk dalam daftar hitam AS atas dugaan terlibat dalam kasus pelanggaran HAM.

Terkait hal ini, pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menyatakan siapa pun presiden AS, tidak akan berpengaruh terhadap Prabowo.

“Soal karir politik Prabowo, siapapun presiden AS, Prabowo tetap nyapres,” ungkap Ujang, Minggu (8/11).

Menurut Ujang, Prabowo masih mempunyai pendukung yang cukup fanatik. Terlebih lagi posisi Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra membuatnya memiliki kendaraan yang memadai.

“Prabowo juga masih bisa didukung dari basis Islam. Dia tinggal rangkul NU dan Muhammadiyah,” katanya.

Sementara Aktivis Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya’roni, Minggu (8/11) mengatakan, kedatangan Prabowo ke AS terjadi di era Presiden Donald Trump setelah pada pemerintahan presiden terdahulu selalu dicekal.

Namun demikian, Sya’roni berpandangan bahwa kedatangan Prabowo ke AS terjadi dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan RI, bukan sebagai capres 2024.

“AS memandang penting peran Indonesia dalam konflik Laut China Selatan. Dikaitkan dengan kalkulasi Pilpres 2024, tampaknya AS tidak akan menjadi penghalang bagi Prabowo Subianto bila maju,” tegasnya.

Soal hubungan Indonesia dengan AS, ia justru memprediksi bila hubungan kedua negara akan lebih dekat dengan kepemimpinan Joe Biden.

 

(rmol/pojoksatu)

Loading...