Gawat! PNS Terancam Tidak Terima Gaji Bulan Desember, Ini Penyebabnya

Effendi Simbolon
Effendi Simbolon
Effendi Simbolon

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pegawai negeri sipil (PNS) terancam tidak terima gaji pada bulan Desember 2015 mendatang. Penyebabnya, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan 2015 mengalami defisit Rp200 triliun.

Anggota DPR Effendi MS Simbolon menyatakan, APBN Perubahan 2015 mengalami defisi sekitar Rp200 triliun karena capaian penerimaan pajak hanya 83 persen. Pencapaian penerimaan pajak itu juga berimbas pada RAPBN tahun 2016.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menambahkan, defisit APBN 2015 yang cukup besar menyebabkan berbagai proyek yang sudah diresmikan terpaksa ditunda, karena tidak ada uang.

“Bahkan, kalau salah-salah urus dalam kondisi APBN defisit itu, bisa-bisa PNS (pegawai negeri sipil, red) tidak gajian pada bulan Desember mendatang,” ujar Effendi Simbolon di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10), menjawab pertanyaan wartawan tentang adanya rencana aliran APBN 2016 ke sejumlah BUMN.


Pada kesempatan itu, Effendi menilai Penyertaan Modal Negara (PMN) ke sejumlah BUMN yang diajukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dalam RAPBN 2016 ini sangat besar.

“Permintaan Menteri BUMN kan satu truk duit ditaruh di BUMN. Harusnya abaikan saja. Menggunakan APBN sebagai PMN di APBN akan kembali menyeret anggota DPR berjamaah untuk ikut bertanggung jawab kepada penggunaan uang negara. Saya tidak mengerti, kenapa Bu Rini begitu,” tanya Effendi.

“Ketika penerimaan pajak tidak maksimal, kenapa bisa-bisanya uang rakyat itu oleh komisi terkait di DPR dialihkan ke sektor penyertaan modal negara (PMN) di BUMN-BUMN,” tambahnya.

Menurut Effendi, APBN seharusnya digunakan untuk belanja fiskal. Karena itu, tidak ada urgensinya dana tersebut dikucurkan ke BUMN.

“Makanya, jangan itu diputus oleh komisi di DPR. Bawa ke Paripurna DPR, biar lembaga ini clear dari berbagai tuduhan memburu rente,” tegas anggota Komisi I DPR RI ini.

(fas/jpnn/one)