Tak Mampu Jalan, Napi Ini Selamat dari Hukuman Mati

Ilustrasi

POJOKSATU.id, ISLAMABAD – Pihak berwenang penjara Pakistan terpaksa harus menunda pelaksanaan hukuman mati terhadap narapidana dengan kursi roda sejam sebelum dia digantung, karena bingung dengan prosedur penjara yang mewajibkan pelaku berjalan ke tiang gantungan.

Abdul Basit, 43 tahun, dihukum enam tahun lalu karena membunuh paman pacarnya. Namun, dia membantah tuduhan tersebut dan menuduh pengacaranya menerima suap dari orang yang telah menuduhnya.

Basit harus digantung di timur kota Faisalabad pada Senin, 21 September 2015. Namun ditunda otoritas pada menit terakhir karena tidak mampu berjalan ke tiang gantung sebagaimana diwajibkan panduan penjara.

Juru bicara kelompok bantuan hukum Justice Project Pakistan, Wassam Waheed, mengatakan: “Ketika hakim datang menyaksikan hukuman dilaksanakan, mereka mencoba memaksa Abdul Basit berdiri di tempat gantungan, tetapi gagal dan menyebabkan hukuman itu ditunda.”


Mahkamah Agung tetap mempertahankan hukuman mati terhadap Basit, tetapi dieksekusi dengan syarat jika ia dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan penjara.

“Abdul Basit lumpuh setelah terinfeksi meningitis sewaktu berada dalam penjara dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat,” kata Waheed, seperti dilansir BBC.

Kasus Abdul Basit adalah yang terbaru sejak Pakistan memperkenalkan kembali hukuman gantung pada Desember lalu. Hukum gantung ini sebagai cara untuk menangani kelompok militan setelah pembantaian oleh sekelompok pria bersenjata Taliban di sekolah yang dikelola militer.

(BBC/ril)