Apa Saja yang Dilakukan Ahok di Rotterdam?

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menindalanjuti kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dan Rotterdam, Gubernur Ahok melakukan kunjungan kerja ke Rotterdam, Belanda. Apa saja yang dilakukan Gubernur Ahok di Amsterdam?

Salah seorang Staf Gubernur yang ikut rombongan bernama Maruhal memberikan bocoran, kalau Ahok berkunjung ke sejumlah lokasi proyek adaptasi perubahan iklim (climate chage adaptation) yang telah diimplementasikan di Kota Rotterdam, di antaranya kawasan Water Plasa, Museum Park dan Integrated Urban Area Development dikawasan Pasar Markthal.

“Poject-project yang dikunjungi bertujuan mempelajari implementasi pencegahan banjir di kawasan padat (high density area) dengan pendekatan membangun penampungan air sementara dikawasan padat untuk menampung air hujan, sehingga tidak terjadi banjir saat terjadi hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat,” kata Masrahul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2015).

“Water storage juga didesain untuk multi layer function yang dikombinasikan untuk public area, lapangan olah raga basket, skate board, taman terbuka untuk bermain dan parking area bawah tanah,” tambahnya.


Kemudian pada pukul 12.00-13.30 waktu setempat, Gubernur Ahok santap siang dengan Wali Kota Rotterdam Ahmed Aboutaleb di Gedung Gementte Stadhuis. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama sister city (Kota Kembar) antara Pemprov DKI Jakarta dan Rotterdam di kantor Wali Kota.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ahmed sempat menyebut kerjasama dengan pihak swasta sangat diperlukan. Terutama untuk membantu pemerintah dalam menggerakkan perekonomian dan memenuhi kebutuhan pasar serta publik.

Kemudian pada pukul 13.30 waktu setempat, Ahok melanjutkan kunjungan ke RDM Campus di kawasan pelabuhan lama Rotterdam. Pertemuan ini dimaksud untuk melihat pengintegrasian sektor pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, khususnya pada sektor bisnis pelabuhan dan distribusi logistik.

“Kunjungan ke RDM Campus dan bengkel kerja memperlihatkan ada integrasi kebutuhan pasar tenaga kerja dan materi pendidikan serta riset-riset yang akan dilaksanakan aga sesuai dengan kebutuhan industri atau pasar karena Riset tersebut akan dibiayai oleh industri dan dilaksanakan oleh akademisi,” terangnya.

“RDM Campus juga membangun dan memberikan tempat bagi alumni yang ingin menjadi wirausahawan muda,” tutup Masrahul.

Kunjungan kerja Ahok dilakukan pada 20-23 September 2015. Kegiatan ini dimaksud untuk membalas kunjungan Wali Kota Rotterdam yang telah 3 kali berkunjung ke Jakarta.

Beberapa Direktur BUMD, Dirut Pelindo II dan Wakil Dubes Indonesia untuk NL turut dalam agenda Gubernur Ahok tersebut. Sedangkan dari pihak Belanda turut hadir beberapa perusahaan dari Belanda juga konsultan dalam tata air.

(hri/ril)