Makam Tua di Sekolah Minta Tumbal, 32 Siswa SMAN 1 Kesurupun

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, BENGKULU –  Sebanyak 32 siswi SMAN I Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, mengalami kerasukan massal, Sabtu (12/9). Pristiwa yang menghebohkan tersebut terjadi saat seluruh peserta didik dikumpulkan untuk dilakukan rukiah massal.

Kerasukan siswa di sekolah ini memang kerap terjadi. Sering kerasukan pelajar diduga karena mitos adanya kuburan tua di bawah bangunan lapangan basket sekolah. Penghuni makam disebut-sebut marah lantaran saat pembangunan lapangan basket, makam tidak lebih dulu dipindahkan.

Data yang dihimpun Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group/pojoksatu.id), berdasarkan cerita warga, pihak sekolah harus melakukan ritual penyembelihan hewan agar SMAN 1 Kerkap aman dari gangguan makhluk halus. Belakangan memang peserta didik SMAN 1 Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, sering menjadi korban kerasukan.
Sudirman, selaku kepala SMAN I Kerkap tidak membantah hal tersebut dan sudah kerap mendengar informasi dari masyarakat. Karena itu pihaknya mengumpulkan peserta didik untuk dilakukan rukiah.

Ia mengakui jika kerasukan yang belakangan ini terjadi mengganggu proses belajar mengajar sekolah. Meski tak sampai meliburkan siswa, namun kondisi belakangan itu membuat panik siswi, sehingga tidak konsentrasi belajar.


“Makanya berusaha untuk menempuh jalan-jalan yang memang diajarkan agama, rukiah. Mudah-mudahan setelah kejadian ini tidak ada lagi pristiwa kerasukan,” kata Sudirman.

Pihaknya memastikan tidak akan melakukan penyembelihan hewan sebagai syarat agar tak ada lagi warga di sekolahnya yang diganggu mahluk halus. Hal ini menurutnya bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kami tidak ingin menyembelih hewan sebagai tumbal atau semacamnya. Ini justru memberi contoh tidak baik bagi siswa,” tegasnya.

(qia/hsn/jpg/one)