Indonesia Miliki 77 Ahli Nuklir Baru

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, YOGYAKARTA-Indonesia kembali melahirkan 77 tenaga ahli nuklir baru. Ke-77 tenaga itu merupakan wisudawan dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) yang dinaungi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto berharap, 77 ahli nuklir yang baru saja diwisuda akhir Agustus itu mampu mendarmabaktikan keahlian yang dimiliki untuk kejayaan bangsa dan negara. Para ahli nuklir juga menerima sertifikat izin bekerja (SIB) sebagai petugas proteksi radiasi (PPR).

SIB lazimnya tidak dimiliki kampus lain, kecuali STTN, dan akan dibutuhkan para alumni saat nantinya bekerja di bidang yang berkaitan dengan penggunaan radiasi serta zat radioaktif. “Update terus ilmu di STTN agar tidak ketinggalan zaman,” tutur Djarot.

Djarot mengusulkan agar pemerintah mencanangkan ‘Go Nuclear’ pada tahun ini. Dengan begitu, rekomendasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar Indonesia punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada 2024 bisa terealisasi.


Pembangunan PLTN itu butuh waktu sekitar tujuh hingga sepuluh tahun. Terlebih lagi di antara 77 ahli nuklir yang telah diciptakan STTN terdapat seorang wisudawan memiliki nilai hampir sempurna, yakni dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,97 dan tercatat 30 lulusan lain yang mencapai IPK di atas 3,5 atau lulus dengan predikat pujian.

“Kini saya siap menerapkan kemampuan yang saya miliki untuk bangsa Indonesia, terutama di daerah kelahiran saya sendiri di Bangka Belitung yang rencananya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir,” tutur Fakhrunissa, salah seorang lulusan STTN yang berasal dari Kepulauan Bangka Belitung.

(yaz)