Ini Alasan Rasional Remisi Bebas untuk 5.681 Narapadana di HUT Kemerdekaan ke 70 RI

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. FOTO: Ricardo/jpnn

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. FOTO: Ricardo/jpnn

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. FOTO: Ricardo/jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan HUT Kemerdekaan ke 70 RI hari ini diwarnai pemberian remisi bagi para narapidana. Selain alasan berdasarkan undang-undang, alasan rasional bagi pembebasan narapidana ini juga menjadi bahan pertimbangan penting untuk dikeluarkannya remisi.

Alasan pemberian remisi dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah narapidana di dalam lapas. Selain itu, remisi ini juga dapat menghemat sebanyak Rp 115 miliar uang negara.


“Kalau cuma tangkap tapi tidak ada yang dibebaskan kita bisa harus bangun 10 lapas setiap tahun tetapi itu tidak ada anggarannya. Bahkan dengan adanya remisi ini kita bisa menghemat biaya makan Rp 115 miliar dan berkurangnya narapadina di lapas kita sebanyak 5.681 narapidana,” tegas Menkum HAM Yasonna Laoly dalam upacara 17 Agustus di Lapangan Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (17/8/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi umum dan dasawarsa kepada 118.431 narapidana di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, ada 5.681 narapidana yang langsung bebas setelah mendapat remisi. Remisi diberikan berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM dan Keputusan Presiden Nomor 120 Tahun 1955, tentang remisi Dasawarsa.

Adapun jumlah narapidana bebas karena remisi dasawarsa sebanyak 2.931 orang, dan bebas karena remisi umum sebanyak 2.750 orang.

“Pemerintah berikan remisi umum dan dasawarsa bagi mereka yang telah memenuhi syarat sesuai UU. Instrumen meningkatkan kualitas pembinaan dan mendorng motivasi diri sehingga warga pembinaan bisa diimplematisikan. Bagi seluruh warga binaan selamat atas remisi ini,” ujar Yasonna.

(ril)