Hari Pertama Ngantor, Rizal Ramli Sudah Mengkritik Jokowi

Menteri Rizal Ramli
Menteri Rizal Ramli

Rizal Ramli

POJOKSATU.id, JAKARTA – Baru sehari menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli sudah mengkritik program dari Kabinet Kerja Jokowi-JK. Rizal memang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah saat berada di luar lingkaran kekuasaan. Dan meski sudah masuk dalam Kabinet Kerja, ia mengkritik proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW) yang diusung pemerintah. Rizal mengatakan target proyek tersebut akan sulit dicapai.

“Target 35 ribu MW ini plus sisa target zaman SBY 7.000 MW, jadi total 42 ribu MW. Itu sulit dicapai dalam waktu lima tahun,” kata Rizal, usai acara serah-terima jabatan di Gedung BPPT, Kamis (13/8/2015).

Rizal akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Dewan Energi Nasional untuk melakukan evaluasi dan penghitungan ulang. “Saya akan minta Menteri ESDM dan DEN untuk lakukan evaluasi ulang, mana yang betul-betul masuk akal,” katanya.


Rizal bahkan menyebut proyek tersebut tidak realistis. Menurut dia, proyek 35 ribu MW perlu dievaluasi kembali. “Jangan kasih target terlalu tinggi. Nanti tercapainya susah. Supaya kita realistis,” tegasnya.

Rizal menilai proyek ini juga akan mengalami batu sandungan dari sisi pembiayaan karena tidak bisa dibiayai PLN. “Mau tidak mau, harus dengan swasta dan asing,” kata Rizal.

Dari segi harga, nilainya relatif rendah. Harga yang rendah kata Rizal membuat para investor enggan membangun listrik. “Masalahnya harganya hanya US$ 6 sen karena itu (meski) dia dapat konsesinya dia enggak bangun. Karena secara ekonomi, finansialnya belum feasible,” ujarnya. “Juga soal lahan, Pak Jokowi sudah bagus tidak pakai ganti-rugi, kalau ganti-rugi, artinya rugi terus. Maka konsepnya diganti jadi ganti-untung.”
(ril)