80 Persen Korban Rusuh Papua Warga Asal Sulsel

Foto-foto pembakaran rumah, kios, dan masjid saat Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/6/2015).

Foto-foto pembakaran rumah, kios, dan masjid saat Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/6/2015).

POJOKSATU.id, PAPUA – Mayoritas warga Sulawesi Selatan yang merantau ke Papua menjadi korban kerusuhan bernuansa agama di Kabupaten Tolikara, Papua. Tak kurang dari 70 kios-kios warga Papua asal Sulawesi Selatan dibakar massa.

Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Papua, Mansur menyesalkan insiden penyerangan dan pembakaran yang terjadi di Kabupaten Tolikara. Pembakaran mushalah yang menjadi lokasi umat Islam menggelar shalat Ied merupakan rumah dan tempat jualan warga dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

“Itu bukan masjid, tapi mushalah. Sebenarnya rumah dan kios yang dijadikan sebagai tempat shalat. Ukurannya sekitar 4 x 6 meter, milik warga asal Palopo,” kata Mansur saat dihubungi pojoksulse.com.

Dari data yang diperoleh KKSS, kios yang terbakar sekitar 70 unit. Tidak ada korban jiwa.

Mansur mengatakan, mereka yang berada di pasar itu ada dari berbagai suku, seperti Jawa dan Madura. Hanya saja, diakui Mansur, 80 persen berasal dari Sulsel. Lebih lanjut dijelaskan, disharmonis umat beragama di Tolikara sudah berlangsung lama.

Selengkapnya baca pojoksulsel.com

Feeds